Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden, Maruf Amin menegaskan, wacana percepatan jadwal Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2024 masih sebatas usulan. Menurutnya, Pemerintah belum mengambil keputusan terkait wacana tersebut.
“Itu baru sebatas usulan. Kita lihat saja nanti,” ujar Maruf, dalam keterangan resminya, dikutip dari laman Sekretariat Negara (Setneg), kemarin.
Sebagai sebuah usulan, lanjut dia, wacana percepatan jadwal Pilkada harus mempunyai dasar dan alasan-alasan yang logis, terhadap kebaikan masyarakat. Dengan begitu, tingkat urgensinya bisa ditimbang oleh para pembuat kebijakan.
Baca juga : Hadar Nafis Gumay: Jadwal Sudah Diputuskan Jalankan Saja Dengan Baik
“Artinya, logikanya masuk dan jaraknya jangan terlalu jauh. Jangan terlalu jauh dari Pemilu Legislatif (Pileg), dan Pemilu Presiden (Pilpres),” jelas mantan anggota DPR ini.
Lebih lanjut, Maruf memastikan, pemerintah tak akan menutup ruang diskusi atau wacana perubahan tersebut. Menurut dia, akan menerima seluruh usulan yang akan membawa kebaikan bagi masyarakat.
“Kalau memang memajukan (jadwal Pilkada) punya nilai tambah, nilai kebaikan, kenapa tidak? Saya kira, itu intinya,” tandasnya.
Baca juga : Bos Pertamina: Perubahan Pertalite Jadi Pertamax Green 92 Masih Usulan
Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Habiburokhman, mengaku tak setuju dengan wacana percepatan jadwal penyelenggaraan Pilkada 2024. Pasalnya, hal itu bisa merusak strategi yang telah dibangun partai politik (parpol).
“Tidak bisa dimundur, tidak bisa dimajukan. Bisa merusak startegi kami. Orang kan ada capeknya, capeknya Pilpres belum hilang, terus Pilkada dimajukan, takutnya mereka tidak siap. Bisa berantakan semua,” ujarnya.
Karenanya, Habiburokhman berharap, Pilkada 2024 digelar sesuai waktu yang telah ditentukan. “Kan ada teman-teman yang ditempatkan jadi calon anggota legislatif (caleg), kalau berhasil dia akan menjadi calon kepala daerah. Itu perlu tenggat waktu yang sama persis dengan jadwal sekarang,” tandasnya.
Baca juga : Kemenangan Pilpres 2024 Ditentukan Suara Milenial
Diketahui, wacana perecepatan jadwal pilkada pertama kali dilontarkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari. Dia mengusulkan, gelaran Pilkada dilakukan bulan September 2024, agar pelantikan pemenang Pilkada dapat dilakukan serentak.
“Saat audiensi dengan Presiden, kami berbincang soal ini. Kemungkinannya yang paling rasional atau memungkinkan, kami ajukan pencoblosan bulan September,” ujar Hasyim dalam diskusi bertajuk “Menyongsong Pemilu 2024: Kesiapan, Antisipasi dan Proyeksi” yang disiarkan kanal YouTube BRIN Indonesia, Kamis (25/8).
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 2/9/2023 dengan judul Wacana Percepatan Pilkada, Wapres: Itu Baru Usulan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya