Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Faida Unggul Di Survei PSI, Masyarakat Ingin Perempuan Pimpin Jember
Rabu, 3 Juli 2024 16:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Lembaga Panel Survei Indonesia (PSI) melakukan jajak pendapat mengenai elektabilitas calon di Pemilihan Bupati Jember 2024. Hasilnya, elektabilitas Faida, Bupati Jember 2016-2021, mengungguli kader Gerindra Muhammad Fawait (Gus Fawait) dan juga petahana Hendy Siswanto.
Direktur Eksekutif PSI Mahendra Zaini mengatakan, dalam survei ini pihaknya melakukan simulasi tertutup terhadap tujuh bakal Calon Bupati Jember. Hasilnya, elektabilitas Faida berada di posisi pertama dengan 37,2 persen. Disusul Hendy Siswanto 22,1 persen, lalu Gus Fawait 16,8 persen.
"Sementara itu nama tokoh lainnya seperti Gus Firjaun memiliki elektabilitas 6,8 persen, Karimullah Dahrujiadi 5,1 persen, Gus Jaddin Wajad 2,1 persen, Hadi Supaat 1,7 persen, dan responden yang tidak menjawab sebesar 8,3 persen," kata Zaini, dalam keterangan tertulis, Rabu (3/7/2024).
Baca juga : Nikson Unggul Di Survei TBRC, Isyarat Masyarakat Sumut Ingin Perubahan
Kemudian saat dilakukan simulasi tiga nama, elektabilitas Faida semakin meningkat di angka 41,7 persen. Disusul Hendy Siswanto di angka 30,3 persen, Gus Fawait 20,9 persen. Sedangkan responden yang tidak menjawab sebesar 7,1 persen.
“Dalam uji simulasi head to head antara Faida melawan Hendy Siswanto, hasil pilihan responden menunjukan tingkat elektabilitas Faida di angka 58,9 persen dan elektabilitas Hendy Siswanto 34,8 persen. Responden yang tidak menjawab sebesar 6,3 persen," ujar Zaini.
Serupa, pada simulasi head to head antara Fawait dan Faida, elektabilitas Fawait hanya di angka 32,6 persen. Sedangkan elektabilitas Faida 59,2 persen. Responden yang tidak menjawab sebesar 8,2 persen. Zaini menyebutkan, dalam uji simulasi head to head antara Hendy Siswanto melawan Gus Fawait, elektabilitas Hendy Siswanto di angka 47,9 persen dan elektabilitas Fawait 34,7 persen. Responden yang tidak menjawab sebesar 17,4 persen.
Baca juga : Hais Survei IDM, Warga Jember Ingin Faida Kembali Jadi Bupati
“Hasil survei PSI juga menemukan bahwa tingkat literasi atau pengetahuan masyarakat tentang pemilihan kepala daerah Jember cukup tinggi. Di mana sebanyak 83,7 persen tahu dan sangat tahu akan adanya Pilkada pada bulan November 2024 dan yang tidak tahu sama sekali hanya 16,3 persen saja," tuturnya.
Akan tetapi, kata Zaini, banyak masyarakat Jember yang masih tidak tahu tentang larangan kampanye dan bagaimana cara pelaporan pelanggaran Pilkada.
"Hanya ada sekitar 14,7 persen masyarakat Jember yang mengetahui apa itu larangan kampanye, 22,7 persen menyatakan tidak tahu, dan sekitar 62,6 persen yang menyatakan tahu sebagian tentang larangan kampanye. Misalnya saja tentang kampanye yang dilakukan oleh tim bakal bupati dengan membagi bagi duit atau politik uang," papar dia.
PSI melakukan survei pada periode 14-25 Juni 2024. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Jember yang telah memiliki hak pilih pada pemilihan kepala daerah tahun 2024, yaitu mereka yang berumur 17 tahun ke atas atau mereka yang telah menikah saat survei.
Baca juga : Terima Pengurus KAHMI, Bamsoet Ingatkan Pentingnya Pemerataan Pembangunan
Dalam survei ini jumlah sampel 1 600 responden dari populasi daftar pemilih tetap (DPT) di Jember pada Pemilu 2024 sebesar 1.972.216 pemilih. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.600 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) 2,45 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengamat politik dari Institute for Digital Democracy (IDD) Bambang Arianto menilai unggulnya Faida karena memiliki pengalaman dalam membangun ekonomi daerah Jember. Bambang juga menjelaskan bahwa Faida menjadi sosok pemimpin perempuan yang dianggap masyarakat Jember berhasil membawa perubahan bagi perekonomian dan pembangunan Kabupaten Jember.
Selain itu, masuknya Faida di dalam survei PSI sebagai Cabup yang kuat dipilih masyarakat Jember. Karena adanya kekecewaan masyarakat Jember terhadap kepemimpinan bupati saat ini.
“Di survei PSI, Faida sebagai Cabup yang kuat dipilih masyarakat Jember karena adanya kekecewaan masyarakat Jember terhadap kepemimpinan bupati saat ini,” pungkas dia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya