Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Klaten, dalam sejarah peradaban budaya Nusantara pernah memiliki kegemilangan masa lalu yang adi luhung, dengan kekayaan sumber daya alam beserta tokoh publik dengan nama-nama besar yang melimpah. Dengan letak geografisnya yang berlokasi strategis diapit oleh dua kota Yogyakarta dan Solo, Klaten juga telah menorehkan catatannya sendiri dalam sejarah pergolakan politik nasional di Indonesia.
Pesta demokrasi (Pilkada Serentak), kini telah memasuki ruang publik dan privat di Kabupaten Klaten. Akankah spirit itu hanya rutinitas pesta demokrasi bersifat prosedural dalam menentukan dan memilih calon pemimpin, panggung pembuktian serta pertanggung jawaban kepemimpinan elite di skala lokal? Akankah Pilkada menjadi alat merefleksikan diri, membangun masa depannya secara kualitatif lebih baik dengan calon pemimpin yang sesuai dengan kondisi kekinian Klaten?
Penyambung aspirasi di Klaten dilaksanakan dengan peran kolektifnya dari berbagai kelompok antara lain, para ulama, intelektual, relawan, NGO, dan insan pers. Pilar-pilar tersebut saling membahu dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat lokal (ekonomi, politik, sosial, pelestarian lingkungan, seni dan budaya) berbagai kepentingan kelompok dalam skala lokalnya.
Pilar-pilar ini menjadi wadah yang melebur bersama segenap lapisan masyarakat dan kekuatan utama dalam mendorong terjadinya perubahan. Kendati saat ini peran-peran strategis dari pilar tersebut dalam dimensi waktunya, dirasakan ada tetapi daya gedornya belum begitu signifikan kendati berkecenderungan bersifat “sporadis”.
Politik elektoral, khususnya dalam pemilu kontemporer (pilkada), pilar-pilar tersebut terkadang berubah fungsi dari wadah perjuangan aspirasi dan perubahan, menjadi agen ke simpul-simpul para pemilih. Akankah pilar-pilar tersebut kembali terjerembab dalam isu-isu elektoral semata?
Baca juga : Di Pilgub Sumut, Banteng Merasa Seperti Semut
Pilkada itu sebuah momentum untuk merevitalisasi dan turun ke grass root, kembali merajut, merumuskan, berkonsolidasi suara dan mewujudkan mimpi-mimpi masyarakatnya menjadi isu-isu mendasar. Sebab, pilkada bukanlah alat perang modal, unjuk kekuatan dan jaringan, pilkada itu media pendewasaan politik dalam proses berdemokrasi, serta ide dan gagasan yang menjadi media solutif, dalam menyelesaikan permasalahan internal dan eksternal di kabupaten Klaten.
Menata Masa Depan Klaten
Samudera dengan gelombang yang besar juga badai, tentu bisa menempa dan menghasilkan para pelaut-pelaut yang andal. Pemimpin Klaten ke depan adalah dwi tunggal yang tentu saja, telah melewati beragam rintangan badai dan gelombang besar dengan gagah berani, cerdas, kuat dan jujur yang kelak mampu menyelesaikan akar permasalahan secara mendasar di Kabupaten Klaten.
Secara internal, pemimpin Klaten baru harus berani memotong legacy kekuasaan dalam isu-isu korupsi sejarah kepemimpinan masa lalu yang membelitnya. Koalisi-koalisi partai politik adalah instrumen utama dalam pencalonan, tentu harus menjamin paslon yang disodorkan merupakan kandidat para calon pemimpin yang memiliki rekam jejak bersih, dan bukan demi kepentingan elektoral, skala lokalnya sesaat.
Secara psikologis struktural, calon pemimpin baru Klaten mampu membangun kembali struktural hubungan daerah dan pusat, tata-kelola komunikasi, tata-kelola pemerintahan dan pengelolaan manajerial sumber daya lebih baik. Secara politik, mampu menerobos realitas geopolitik yang dinamis dengan cepat, bisa memaksimalkan momentum, peran dan posisinya self government dengan pembacaan yang tepat juga akurasi tinggi.
Baca juga : Akademisi Sebut Andri Permana Pemimpin Masa Depan yang Berintegritas
Pada level nasional, pemimpin baru Klaten dapat tegak sejajar dan bernegosiasi sebagai pembuka orientasi ruang tata-kelola sumber daya alamnya lebih berkeadilan dengan mempertimbangkan dampak ekologis dengan memiliki kemampuan memahami produksi dan pasar (hulu-hilir).
Berani menyediakan modal usaha yang murah dengan lembaga keuangan, upaya menggeliatkan sektor di dunia usaha (UMKM ), pariwisata lokal, sektor pertanian dengan edukasi teknologi pertanian modern terus digencarkan, agar pertanian tradisional dengan padi-padi unggulannya semakin kembali terangkat, sebab ini adalah pilar utama perekonomian masyarakat Klaten.
Kemiskinan di Kabupaten Klaten berkorelasi dengan sektor pertanian, mengingat posisi petani merupakan produsen juga konsumen pangan, meningkatkan hasil produktivitas pertanian, dan membangun pertanian adalah jawaban bagi permasalahan ketenagakerjaan di perdesaannya.
Membangun kebijakan out side looking yang mempermudah interaksi budaya. Secara khusus, lebih memberi ruang produk-produk lokal Klaten yang saat ini masih harus didorong masif guna meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan kemakmuran masyarakat Kabupaten Klaten secara lebih komprehensif.
Memiliki kemampuan teruji dalam tata kelola administratif (mengelola birokrat yang terdidik politik praktis) agar setiap rencana program kerjanya dapat terimplementasi dengan sangat baik juga tepat sasaran. Mampu menumbuhkembangkan kembali rasa identitas lokal dan semangat nasionalisme, juga simbol pemersatu masyarakat di skala kabupaten Klaten.
Baca juga : Perti Sumbar: Vasco Bisa Koneksikan Pembangunan Sumbar Dengan Pemerintah Pusat
Pilkada merupakan instrumen bersama untuk memilih calon pemimpinnya. Kabupaten Klaten membutuhkan pemimpin baru yang berani, tangguh dan jujur dalam menyelesaikan akar permasalahan multidimensinya, Keteladanan pemimpin untuk bisa mencerdaskan diri sebelum mencerdaskan rakyat dan bawahannya, mampu mengoptimalkan sinergisitas pembangunan (infrastruktur-suprastruktur) secara kualitatif tertata baik dan sistematik.
Calon pemimpin di Kabupaten Klaten, hadir dan dihadirkan bukan seperti membalikkan telapak tangan tanpa sebuah proses panjang dan berliku (bukan proses instan dan karbitan). Sebab dalam proses perjalanan berdemokratisasi itu, satu suara, satu pilihan dan hak-hak kebebasan memilih, dalam berbagai realitasnya masih dapat ditelikung beragam karakter kepentingan yang bersifat transaksional.
Jika Kabupaten Klaten, menginginkan pemimpin baru yang dapat membawa perubahan menuju masa depan lebih baik secara kualitatif, masyarakat harus segera bergerak bersama. Terutama, pilar-pilar perubahannya untuk bersinergis menemukan figur-figur yang secara kultural layak didukung masyarakat Klaten itu secara lebih meluas, mampu menjawab situasi dan kondisi Klaten kekinian lalu, didorong menuju partai politik yang bisa mengakomodirnya dengan selektif.
Semoga, pilkada di tingkat Kabupaten Klaten 2024 dapat menjadi media dalam merajut jalannya kegemilangan dengan munculnya para kandidat pemimpin-pemimpin baru yang visioner, tunduk dan patuh kepada cita-cita kemanusiaan, kemuliaan, bersama membangun kabupaten Klaten menjadi lebih baik secara kualitatif, memiliki daya saing dengan kabupaten lainnya, dan teruslah bergeliat kabupatenku.
noufal riri hananta
Ketua DPK Partai Rakyat Adil Makmur Kabupaten Klaten
Ketua DPK Partai Rakyat Adil Makmur Kabupaten Klaten
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya