Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Blusukan ke Kampung Labirin, Warga Panggil Cawalkot Bogor Bu Lurah
Sabtu, 27 Juli 2024 09:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bakal Calon Wali Kota (Cawalkot) Bogor, Rena Da Frina mendapat sambutan luar biasa ketika mengunjungi Kampung Wisata Labirin. Babakan Pasar, Kota Bogor, Jumat (26/7/2024). Oleh warga, Rena dipanggil Bu Lurah.
Rena tiba di Kampung Wisata Labirin dengan mobil Fortuner Putih, sekitar Pukul 16.10 WIB. Setibanya, Rena langsung disalami oleh tiga ibu-ibu yang kebetulan sedang duduk santai di depan gerbang pintu masuk Kampung Labirin.
"Kumaha damang, Bu Lurah?" sapa warga disambut senyum Rena balik menyapa.
Rena lalu menuruni tangga dan menyeberangi jembatan yang merupakan akses satu-satunya ke kampung wisata ini. Di jembatan, dia lagi-lagi dipanggil Bu Lurah oleh para warga.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini begitu luwes dan menyapa para warga. Warga mulai dari anak-anak, hingga orang tua lansia begitu antusias menyambutnya. "Kita saudara," sambut seorang eman-emak yang langsung keluar dari pintu rumahnya begitu melihat Rena.
"Jangan cepat-cepat kawin yak," pesan Rena kepada salah seorang remaja putera yang menyalaminya.
Baca juga : KH. Tubagus Asep Bersyukur Disambangi Cawalkot Bogor
Eka, salah seorang warga Kampung Labirin mengaku, Rena bukanlah orang asing di mata warga. Bahkan kata Eka, selain dipanggil sebagai Bu Lurah, juga sering disapa dengan Oma bagi remaja perempuan di sini.
"Biasa dipanggil Oma. Dan memang sebelumnya beliau Ibu Lurah kita, Babakan Pasar," kata Eka.
Eka menyebut Rena sebagai 'Lurah is The Best'. "Makanya kalau ada Bu Rena kunjungan ke sini, warga langsung antusias. Pada menungguin kedatangannya," katanya.
"Jika menjadi pemimpin di mana pun berada, semoga amanah dan kerja nyata," pesan Eka.
Ketua RW 10 Kampung Labirin, Musaid mengatakan, antusiasme warga menyambut Rena karena memang ketika menjadi lurah, banyak inovasi dan terobosan yang dirasakan warga.
"Banyak inovasi di sini. Kayak bangun kampung wisata. Apalagi beliau kan pembina juga di sini," terangnya.
Baca juga : KPK Tangkap Pegawai Gadungan, Peras Pejabat Pemkab Bogor Ratusan Juta
Dia pun menaruh harapan, Rena dapat menjadi Wali Kota Bogor periode 2024-2029. Sehingga di tangan Rena, Bogor sebagai kota wisata bisa terus berkembang dan lebih maju.
"Mudah-mudahan kalau beliau jadi, lebih banyak lagi kampung-kampung wisata di Bogor ini," tambahnya.
Warga lain, Supriatna menambahkan, kinerja Rena selama menjadi Lurah Babakan Pasar memang sangat membekas bagi warga.
"Terutama dalam hal kesehatan, kebersihan bagi warga. Lebih khusus Balita dan Posyandu oleh beliau benar-benar sangat diperhatikan," kata Supriatna.
Sementara itu, Rena mengatakan kunjungan ke Babakan Pasar ini lebih sekedar silaturahmi dengan warga. Dia pun bersyukur jika para warga sangat mengenal dan lengket dengannya.
"Dan memang (ketika jadi Lurah Babakan Pasar), saya itu sering turun ke warga," ujarnya.
Baca juga : Bikin Sabun Dari Hasil Sedot Lemak
Rena mengatakan, menjadi Lurah di Babakan Pasar memang terbilang cukup singkat, hanya sekitar 9 bulan pada 2018 lalu. Sebab kala itu, dirinya kemudian dipromosi menjadi Sekretaris Camat di Bogor Timur pada tahun 2019.
"Kita ini bagaimana bertugas, disitulah jadi rumah kedua. Dan bagi saya, mereka itu bukan hanya warga saja, sudah lebih dari saudara. Kemudian karena sehari-hari banyaknya di warga, jadi wajar kalau sampai sekarang masih membekas," sebutnya.
Rena menambahkan, sebelum menjadi Kampung Wisata Labirin, daerah ini dulunya cukup kumuh. Namun sekarang sudah jauh lebih tertata karena masyarakatnya memang mau berubah.
"Jadi dia sudah jadi kampung tematik. Namanya itukan sebenarnya Kebun Jukut," jelasnya.
Namun sekarang, sambung dia, lebih dikenal sebagai Kampung Labirin. Karena memang bentuknya menyerupai labirin.
"Jadi kalau di sana orang tidak kenal, bisa nyasar. Karena bentuknya seperti labirin," tambahnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya