Dark/Light Mode

Tanda-tanda Apa Ini

Mega: Enak Aja, Ngapain Gue Disuruh Dukung Anies?

Jumat, 23 Agustus 2024 08:29 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Patra Rizki Syahputra/RM)
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Patra Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mengejutkan. Tiba-tiba Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berkata: enak aja, ngapain gua disuruh dukung Anies? Padahal sebelumnya, banyak kader Banteng yang mengisyaratkan PDIP akan mendukung Anies Baswedan dalam Pilkada Jakarta 2024. Tanda-tanda apa ini ya?

Pernyataan tadi terucap dari mulut Mega saat memberi arahan kepada para calon kepala daerah (cakada) yang diusung PDIP, di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (22/8/2024). Dalam acara itu, PDIP belum mengumumkan dukungan untuk Pilkada Jakarta. Namun demikian, Mega tetap menyinggung soal Pilkada Jakarta. Salah satunya, karena banyak pihak berharap PDIP mendukung Anies.

"Ngapain ku suruh dukung Pak Anies. Dia bener nih, kalau mau sama PDIP. Kalau mau PDIP, jangan kayak gitu dong ya. Ya tinggal, mau nggak nurut ya?" kata Mega, disambut riuh tepuk tangan peserta yang hadir.

Putri Proklamator ini bercerita, sempat melihat sejumlah orang menggelar aksi di depan Kantor DPP PDIP. Tepatnya, sebelum Mega mengumumkan sederet bakal cakada dari PDIP. Massa aksi tersebut berorasi agar Mega mendukung Anies. Mereka juga membawa spanduk yang intinya meminta PDIP mendukung Anies di Pilkada Jakarta.

Baca juga : Ketemu Presiden Di Istana, Ketum PBNU Bicara Tambang Dan Investasi Di IKN

"Terus kan tadi di depan, itu aku kaget toh yo. Ada baju merah item. Terus, tapi pasang spanduknya. Itu kan suruh gotong Pak Anies ya," tutur Presiden ke-5 RI tersebut.

Ia lantas bertanya ke Ketua DPP PDIP bidang Kehormatan Komarudin Watubun mengenai aksi yang menamai Satgas Hitam. Komarudin menerangkan, orang-orang tersebut memang mau PDIP mendukung Anies. “Oh gitu. Eh, aku bilang enak aja ya," celetuk Mega.

Mega heran, belakangan ini banyak pendukung Anies mencari dukungan dari PDIP. Ia pun menyindir sikap mereka selama ini.

"Saya tuh suka jadi garuk-garuk kepala. Enak amat ya. Sekarang kita dicari dukungannya. Bingung saya loh. Lalu, kamu ke mana kemarin sore ya," sindirnya.

Baca juga : Menteri Siti: Pentingnya Kolaborasi Tangani Iklim

Saat ini, Anies memang terancam tidak bisa ikut dalam Pilkada Jakarta. Parpol-parpol yang dulu mendukungnya, bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) mendukung Ridwan Kamil-Suswono. Saat ini, satu-satunya harapan tinggal PDIP. Berdasarkan Putusan MK Nomor 70, PDIP bisa mengusung calon sendiri di Pilkada Jakarta.

Wasekjen DPP PDIP Adian Napitupulu menyebut, masih ada kemungkinan partainya mendukung Anies di Pilkada Jakarta. “Mungkin dong," ucapnya.

Sementara, Komarudin Watubun menegaskan, jika ingin didukung, Anies harus menjadi kader PDIP lebih dulu. Alasannya, PDIP tak mau dikhianati di tengah jalan.

"Yang kita harapkan memang harus menjadi kader partai. Karena kita berpengalaman (dikhianati)," ucap Komar.

Baca juga : Demokrat Usulkan SBY Bisa Menjadi Penengah

Menurutnya, kader saja bisa berkhianat, apalagi yang bukan kader. Dia menegaskan, PDIP tidak ingin seperti keledai. “Keledai saja tidak mau jatuh ke lubang yang sama, apalagi manusia," imbuhnya.

Melihat kondisi ini, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah melihat Anies dalam posisi sulit. Namun, kemungkinan untuk diusung PDIP masih ada. Sebab, Antara Anies dan PDIP saling membutuhkan.

"Pada menit terakhir, bisa saja PDIP mengusung Anies. Tentu syaratnya Anies harus bersedia menjadi kader banteng. Anies juga memiliki potensi membawa pemilih cukup besar untuk PDIP," urai Dedi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.