Dark/Light Mode
Perilaku Masyarakat Di Pilkada 2024
Antusiasme Sangat Tinggi, Aktivisme Justru Rendah
RM.id Rakyat Merdeka - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kawula17 menyatakan, antusiasme masyarakat terhadap gelaran Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2024 sangat tinggi. Namun, mereka tetap berposisi sebagai penonton pasif terhadap visi dan misi pasangan calon. Aktivisme masih sangat rendah.
Peneliti Kawula17, Oktavia Kusuma mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat terhadap Pilkada 2024, terlihat jelas dari hasil survei nasional Kawula17 periode 12-21 Juli 2024. Menurut dia, sebanyak 90 persen masyarakat sangat sadar dan antusias, mengetahui kapan Pilkada digelar, bahkan telah menentukan tokoh yang akan dipilih.
Namun, sambung dia, aktivisme masyarakat di Pilkada 2024, masih sangat rendah. Oktavia menjelaskan, aktivisme adalah tindakan atau upaya untuk ikut menyuarakan atau mendorong adanya perubahan, baik dibidang politik, ekonomi atau sosial.
Baca juga : Surat Pengunduran Diri Rano Karno Ditunggu KPU
“Berdasarkan hasil survei Kawula17, sebanyak 62 persen masyarakat beraktivisme rendah. Mayoritas masyarakat memilih berposisi sebagai ‘spectator’ atau penonton. Mereka mengikuti perkembangan politik secara pasif dengan menonton berita atau membaca artikel tanpa terlibat langsung,” ujar Oktavia melalui keterangan tertulinya, Sabtu (7/9/2024).
Lebih lanjut, dia menjelaskan, rendahnya aktivisme masyarakat di Pilkada 2024, tak hanya ditemukan di area pedesaan. Menurut dia, jumlah masyarakat di perkotaan yang berada dalam kelompok aktivis, aktif dalam partai atau organisasi politik juga masih sangat sedikit.
Selain itu, lanjut Oktavia, survei yang dilakukan lembaganya juga menemukan data dan informasi, mayoritas masyarakat tidak pernah atau jarang mengikuti acara-acara pertemuan yang membahas isu kedaerahan. Hanya 16 persen masyarakat yang sering menghadiri pertemuan, sementara 55 persen tidak pernah atau jarang mengikuti.
Baca juga : Pembangunan Bakal Merata
“Artinya, banyak orang di sekeliling kita yang tidak peduli atau hanya menjadi penonton dalam proses politik. Padahal, jika kita refleksikan dengan seksama, setiap sendi kehidupan kita merupakan buah dari proses politik,” imbuhnya.
Sebab itu, Oktavia berharap, Pemerintah, penyelenggara Pemilu, dan seluruh pemangku kepentingan, berperan aktif untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam proses politik. “Aktivisme masyarakat di Pilkada bisa didorong dengan sejumlah cara, seperti mempermudah aksesibilitas terhadap informasi dan melakukan pendidikan politik,” tandasnya.
Terpisah, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Betty Epsilon Idroos menyatakan, pihaknya terus melakukan pendidikan politik kepada masyarakat, agar mereka menjadi pemilih yang aktif dan cerdas di Pilkada nanti. Salah satu upaya yang dilakukan pihaknya, ungkap dia, memberikan pendidikan melalui film “Kejarlah Janji”.
Baca juga : Pemerintah Tancap Gas Naikkan Kelas Menengah
Mantan Ketua KPU DKI ini berharap, film sebagai media edukasi, bisa lebih mudah dicerna masyarakat. “Sebagai salah satu media komunikadi, film (Kejarlah Janji) akan memberi edukasi dan pendidikan politik kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain melalui film, sambung Betty, pihaknya juga terus melakukan berbagai edukasi politik kepada para pemilih pemula. Di antaranya, KPU melakukan edukasi politik dan kepemiluan ke sekolah-sekolah, agar para pemilih pemula memiliki tambahan pengetahuan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.