Dark/Light Mode

Tingkatkan Pemerataan Pendidikan, Airin Gagas Banten Cerdas

Senin, 16 September 2024 14:14 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Bakal calon gubernur Banten Airin Rachmi Diany menggagas program Banten Cerdas di bidang pendidikan. Program ini tidak hanya berkonsep sekolah gratis, tetapi juga strategi mewujudkan pendidikan untuk semua warga Banten yang lebih efektif.

Gagasan tersebut disampaikan Airin saat menjadi pembicara pada diskusi yang digelar di Universitas Muhammadiyah Tangerang, Senin (16/9/2024).

Program ini merupakan Salah satu dari 12 program prioritas untuk pembangunan Banten yang dirancang Airin.

“Di bidang pendidikan, kami memiliki strategi menciptakan pendidikan berkeadilan yang lebih menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat Banten dengan kualitas yang lebih baik," kata Airin dalam pemaparannya.

Baca juga : Demi Bunga Pengantin, Tiga Wanita Adu Jotos

“Tak hanya soal konsep pendidikan gratis, tetapi juga isu tenaga pendidik serta infrastruktur pendidikan lainnya,” imbuh wali kota Tangerang Selatan (Tangsel) dua periode itu.

Airin menyampaikan sejumlah data yang menjadi tantangan bidang pendidikan di Banten.

Rata-rata lama sekolah mencapai 9,15 tahun, di atas nasional 8,77 tahun. Namun, menurutnya, kesenjangan antar daerah terlalu tinggi.

Rata-rata lama sekolah terendah di Kabupaten Lebak 6,6 tahun. Sementara tertinggi di Kota Tangerang Selatan 11,85 tahun.

Baca juga : 3 Langkah Nobu Bank Layanan Perbankan Aman, Bebas Praktik Ilegal

“Ini menjadi perhatian. Kami dan tentu seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Banten,” ungkapnya.

Melalui program Banten Cerdas, Airin bersama bakal calon gubernur Ade Sumardi mendorong pemerataan pendidikan.

“Sekolah sudah gratis melalui program Bantuan Operasional Sekolah, maka tugas kita depan, berikan beasiswa untuk menunjang kebutuhan para siswa," tutur Airin.

Dia kemudian memaparkan, masalah Banten bagian selatan, terutama Lebak dan Pandeglang adalah angka putus sekolah. Maka ke depan, butuh beasiswa untuk menunjang operasional siswa.

Baca juga : Jasindo-Telkomsel Tingkatkan Perlindungan Pelanggan Melalui Ekosistem Digital

Sementara di bagian utara, Tangerang Raya, daya tampung di sekolah negeri masih terbatas. Airin mengungkapkan, pada tingkat SMP-SMA kesenjangan daya tertampung mencapai 57.830 siswa.

“Ada persoalan zonasi. Selain penambahan unit dan ruang kelas, kita buat skema beasiswa untuk siswa yang sekolah di swasta. Kita pastikan semua bisa sekolah tanpa terbebani biaya,” janji Airin.

Airin juga menaruh perhatian pada persoalan guru. Dari data yang dihimpun, ada 33 persen guru belum tersertifikasi. Kemudian 2,63 persen guru belum menempuh sarjana.

"Kita tingkatkan kualitasnya guru, melalui pelatihan dan lainnya. Kita juga sediakan beasiswa perguruan tinggi, prioritas untuk guru. Namun bisa untuk siswa-siswa berprestasi yang ingin menempuh pendidikan tinggi," tutup Airin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.