Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Survei LPMM, Melki Laka Lena-Jhoni Asadoma Unggul Di Pilkada NTT 2024
Jumat, 15 November 2024 14:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPMM) menggelar survei Tentang Peta Kekuatan Suara Ketiga Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT pada Pilkada 2024.
Perihal ini, tiga paslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT sudah melakukan masa kampanye sejak tanggal 25 September. Karena itu, dalam survei diuji sejauh mana tingkat pengenalan atau Candidate Awareness oleh masyarakat NTT terhadap ketiga paslon tersebut.
"Hasil survei LPMM menemukan paslon Melki Laka Lena-Jhoni Asadoma dikenal baik oleh 73,2 persen responden," kata Direktur Eksekutif LPMM Alamsyah Wijaya dalam keterangannya, Jumat (15/11/2024).
Kemudian, lanjut Alamsyah, paslon Simon Petrus Kamlasi-Andreas Garu dikenal baik oleh 71,8 persen responden dan paslon Yohanes Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto dikenal baik oleh 70,1 persen responden.
Kemudian responden juga menilai kandidat berdasarkan karakteristik pribadinya. Yang termasuk dalam ciri-ciri yang bersangkutan adalah pengalaman, kejujuran, moralitas, kasih sayang, kompetensi, dan kemampuan kepemimpinan calon.
"Hasil survei menemukan bahwa paslon Melki Laka Lena-Jhoni Asadoma dinilai oleh 76,1 persen responden memiliki dari karakteristik tersebut," kata Alamsyah.
Lalu, sambungnya, paslon Simon Petrus Kamlasi-Andreas Garu dinilai oleh 72,6 persen responden memiliki karakteristik pribadi tersebut. Sedangkan, paslon Yohanes Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto dinilai oleh 70,8 persen responden memiliki karakteristik pribadi tersebut.
Baca juga : Rudy Masud-Seno Aji Kalahkan Isran Noor-Hadi Mulyadi Di Pilkada Kaltim
Lebih lanjut, responden juga diberikan pertanyaan terbuka 'seandainya pemilihan langsung Kepala Daerah dilaksanakan hari ini, siapa pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang akan ibu/bapak/saudara pilih?'
"Hasil survei menemukan pasangan Melki Laka Lena-Jhoni Asadoma mengungguli Yohanes Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto, dan Simon Petrus Kamlasi-Andreas Garu," kata Alamsyah.
Alamsyah merinci, jawaban pilihan Top of Mind paslon Melki Laka Lena-Jhoni Asadoma dipilih sebanyak 38,1 persen, paslon Yohanes Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto 30,4 persen, paslon Simon Petrus Kamlasi-Andreas Garu 21,3 persen dan tidak menjawab 10,2 persen.
Begitu juga saat mengunakan pertanyaan tertutup dimana responden diminta untuk memilih jawaban dari pilihan yang telah ditentukan sebelumnya dengan dibantu dengan surat suara.
Paslon Melki Laka Lena-Jhoni Asadoma dipilih sebanyak 40,4 persen kemudian paslon Yohanes Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto 32,2 persen, paslon Simon Petrus Kamlasi-Andreas Garu 23,8 persen, dan tidak menjawab 3,6 persen.
Hasil survei LPMM menurut catatan dari respoden yang terpilih khusus untuk diwawancarai secara mendalam sebagai informan dalam survei ini. Para respoden tersebut telah menonton secara utuh debat pertama dan kedua dari ketiga paslon tersebut memberikan penilaian kepada ketiga Paslon.
Dikatakan, untuk Paslon nomor urut 1 Yohanes Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto 1. Paslon 1 kuat di retorika dan janji tapi tidak memberikan keyakinan memenuhi janjinya yang tidak realistis dengan fiskal NTT yang sangat terbatas.
Baca juga : Urang Sunda Di Jakarta Dukung Paslon Pramono-Rano Di Pilkada 2024
Kemudian 2 paslon Yohanes Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto terjebak romantisme dengan tidak mengakui kinerja dan program Jokowi dalam membangun NTT dan lebih memuji kemampuan Megawati dalam memimpin Indonesia dan mengurus NTT saat menjadi Presiden RI.
"Tidak begitu butuh dukungan pusat dan lebih andalkan kekuatan masyarakat dalam membangun walau tahu bahwa lebih 70 persen anggaran pembangunan NTT masih dari pusat," kata Alamsyah.
Sementara itu, paslon nomor urut 2 Melki Laka Lena-Jhoni Asadoma dinilai responden memberi bukti janji kampanye yang bisa diwujudkan dengan komitmen beberapa menteri setelah dikontak langsung oleh Melki Laka Lena saat menjadi anggota DPR RI sudah konkret memberikan program untuk nelayan, rumah layak huni, petani, peternak, komunikasi digital, pendidikan, kesehatan, UMKM, koperasi dan lainnya.
Melki Laka Lena-Jhoni Asadoma diketahui responden sudah bertemu Jokowi presiden ke 7 di Jakarta dan mendapat amanah untuk menjaga keberlanjutan pembangunan yang sudah dibuat di era Jokowi di NTT dan terus meminta dukungan Pemerintah Pusat untuk dukung pembangunan di NTT.
Selain itu, Melki Laka Lena-Jhoni Asadoma mendorong optimalisasi hasil bumi rakyat NTT baik kualitas maupun kuantitas produk di berbagai bidang, perkuat dan melibatkan jejaring diaspora NTT se-tanah air dan sedunia untuk membantu pembangunan di NTT.
"Juga sebagai bagian dari koalisi Prabowo-Gibran terus mendorong dan perkuat dukungan Pemerintah 0usat, DPR dan DPD RI juga swasta dan CSO nasional bantu bangun NTT," ujar Alamsyah.
Sementara itu, untuk Paslon Nomor urut 3 Simon Petrus Kamlasi-Andreas Garu dinilai responden banyak janji kampanye yang disampaikan dan semua bermuara pada pentingnya air sebagai hal utama untuk semua pembangunan. Polanya dengan mengandalkan pompa hidran.
Baca juga : Survei TBRC: Willem Wandik-Aloysius Giyai Unggul Di Pilkada Papua Tengah
Kedua hal itu terlalu disederhanakan masalah dan solusi membangun NTT sehingga program lainnya tidak begitu jelas ke publik.
Responden juga menilai, Simon Petrus Kamlasi-Andreas Garu, sangat realistis bahwa membangun NTT butuh dukungan pusat dan tidak bisa hanya andalkan kemampuan NTT sendiri. Karena bukan bagian dari koalisi nasional seperti paslon nomor 1 sehingga sulit berikan rencana yang konkrit untuk mendapatkan dukungan pusat.
"Simon Petrus Kamlasi-Andreas Garu juga diketahui responsen terus menjalin kekuatan dengan berbagai kekuatan di Jakarta, baik Pemerintah Pusat dan pihak lainnya tapi belum keliatan hasil nyata yg bisa diberikan untuk masyarakat NTT," ujar Alamsyah.
Survei digelar pada 2 hingga 12 November 2024 dengan melibatkan 1.580 responden. Para responden merupakan pemegang KTP NTT dan terdaftar di Daftar Pemilih Tetap Pilkada NTT 2024.
Survei dilakukan dengan metode wawancara secara face to face secara langsung dan mengunakan Whatsapp Call. Adapun margin of error surve kurang lebih 2,46 perssn dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya