Dark/Light Mode

Musda Sudah Tertunda Satu Bulan

Demer Yakin Jadi Ketua Golkar Bali Secara Aklamasi

Senin, 23 Juni 2025 07:30 WIB
KETUA DPP Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-NTT-NTB, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer
KETUA DPP Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-NTT-NTB, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer

RM.id  Rakyat Merdeka - Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Provinsi Bali sudah tertunda satu bulan lamanya sejak 23 Mei 2025. Sampai sekarang belum ada kepastian waktu pelaksanaannya.

Ketua DPP Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-NTT-NTB, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer sudah sesumbar akan memenangkan pertarungan secara aklamasi. Dia mengklaim, telah mengantongi dukungan lebih dari 70 persen pemegang hak suara.

“Harapan (menang) aklamasi," kata Demer dalam keterangannya, Minggu (22/6/2025).

Demer menjelaskan, syarat maju sebagai calon Ketua Golkar Bali minimal harus mendapat dukungan sebanyak 30 persen dari pemilik suara. Sehingga, kata dia, yang tidak mendapat dukungan suara 30 persen, tidak bisa mencalonka diri dalam kontestasi pemilihan ketua Golkar Bali.

"Kalau nggak sampai 30 persen, ya artinya nggak bisa maju,” imbuh Anggota DPR ini.

Diketahui, ada dua calon yang disebut-sebut akan memperebutkan posisi Ketua Beringin Bali. Yaitu, Ketua DPD I Golkar Bali petahana I Nyoman Sugawa Korry dan Gde Sumarjaya Linggih alias Demer.

Baca juga : Demokrat Minta Pemerintah Perhatikan Perangkat Desa

Keduanya akan memperebutkan 20 pemilik suara. Yaitu, 9 DPD II kabupaten/kota se-Bali, DPD Golkar Bali satu suara, DPP Golkar satu suara, Dewan Penasihat satu suara, Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) yang harus berbagi satu hak suara.

Selain itu, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Golkar, Satuan Karya (Satkar) Ulama Indonesia, Majelis Dakwah Islamiah (MDI), Pengajian Al-Hidayah, Himpunan Wanita Indonesia (HWI) Karya yang masing-masing memegang satu hak suara.

Kemudian, organisasi tri karya meliputi Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957, dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) yang masing-masing memiliki satu hak suara.

Demer mengaku masih menunggu jadwal resmi dari Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia terkait pelaksanaan Musda Golkar Bali. Dia mengatakan, saat ini Ketua Umum Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Energi sedang di Rusia bersama Presiden Prabowo.

“Beliau memang mau hadir untuk musda di Bali. Memang jadwal beliau penuh sekali,” ucapnya.

Menurut Demer, penjadwalan ulang Musda Golkar Bali akan dilakukan setelah agenda kenegaraan Ketua Umum Golkar dari Rusia. Dia mengatakan, kemungkinan Bahlil Lahadalia baru balik ke Tanah Air pada Senin (30/6).

Baca juga : Tekan Penyebaran HIV Melalui Edukasi, Deteksi & Pengobatan

"Setelah itu saya akan ketemu dengan beliau,” ujarnya.

Politikus asal Buleleng ini tidak mempermasalahkan penundaan Musda Golkar Bali. Dia menyakini, tidak akan mempengaruhi hasil konsolidasinya dengan Ketua DPD Golkar kabupaten/kota dalam meraih dukungan untuk maju sebagai calon Ketua DPD I Golkar Bali berkontestasi dengan incumbent I Nyoman Sugawa Korry.

“Pendukung sudah solid semua dan sudah melalui pleno di masing-masing kabupaten/kota," klaim Demer.

Demer memastikan akan maju sebagai calon Ketua DPD Golkar Bali. Terlebih, dia mengklaim telah mendapat sinyal positif dari Ketum DPP Golkar Bahlil Lahadalia. Dia mengatakan, tidak akan berani maju mencalonkan di Musda Bali bila tidak dapat izin Ketua Umum Golkar.

"Kalau nggak diizinkan saya mundur. Karena saya menjabat di DPP Golkar, juga ada tugas di DPR," ungkap dia.

Sementara, Ketua DPD I Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry mengingatkan pentingnya menjaga soliditas partai menghadapi Pemilu 2029 yang dinamis dan penuh tantangan. Dia mengajak kader Beringin harus adaptif, proaktif, dan siap bekerja keras serta berinovasi agar bisa terus eksis dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Baca juga : Harga Minyak Dunia Terancam Meroket, Semoga APBN Tetap Aman

“Belajarlah dari pengalaman masa lalu, Golkar Bali pernah pecah karena konflik internal," kenang Sugawa, Sabtu (21/6/2025).

Sugawa mengenang tahun 2017, Golkar Bali pernah dilanda perpecahan antara Munas DPP Golkar di Bali dan Munas Ancol. Juga, ungkap dia, konflik internal saat penunjukan Pelaksana tugas (Plt) Plt Ketua DPD Golkar Bali tahun 2018 yang berujung pada demo hingga sengketa di Mahkamah Partai Golkar.

Akibatnya, kata dia, terjadi konflik dan perpecahan hampir setiap hari. Bahkan, demo kader Golkar Badung yang kecewa karena Golkar harus dukung kotak kosong dalam Pilbup Badung 2018.

"Untungnya, usai Musda Golkar Bali 2020, kita berhasil menciptakan stabilitas hingga hari ini. Kondisi ini harus kita jaga bersama,” ajak dia.

Mantan Wakil Ketua DPRD Bali ini mengingatkan, perbedaan dalam internal partai boleh saja terjadi, tapi ketika keputusan partai telah ditetapkan, semua kader wajib mematuhinya. Hal itu bertujuan demi menjaga keutuhan dan kekuatan Golkar.

“Kondisi yang sudah kondusif ini mari dijaga," pungkas alumnus Universitas Brawijaya Malang ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.