Dark/Light Mode

Bustami: Jokowi Layak Disebut Bapak Pembangunan Infrastruktur Indonesia

Sabtu, 15 Agustus 2026 10:32 WIB
Foto: DPD RI.
Foto: DPD RI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPD RI/MPR RI dari Daerah Pemilihan Lampung, Bustami Zainudin, menilai Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) layak disebut sebagai Bapak Pembangunan Infrastruktur Indonesia.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur selama dua periode pemerintahan Jokowi telah memberikan dampak nyata dan dirasakan masyarakat di berbagai daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Bustami sebagai bentuk apresiasi atas penghormatan Ketua DPD RI Sultan B Najamudin kepada para presiden terdahulu dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Sultan memberikan apresiasi kepada para presiden berdasarkan capaian dan kontribusi masing-masing dalam perjalanan bangsa. Untuk Jokowi, Sultan menyematkan sebutan sebagai “Bapak Infrastruktur”.

Bustami menilai, penyebutan tersebut bukan sekadar ungkapan penghormatan, melainkan memiliki dasar yang kuat jika melihat berbagai pembangunan yang berlangsung selama dua periode kepemimpinan Jokowi.

“Menurut saya, ketika Pak Jokowi disebut sebagai Bapak Pembangunan Infrastruktur Indonesia, itu bukan sekadar memberikan julukan. Ada fakta yang bisa kita lihat dan rasakan di lapangan. Hampir di seluruh daerah, masyarakat merasakan hadirnya pembangunan infrastruktur selama beliau memimpin,” ujar Bustami.

Baca juga : Megawati Tak Hadiri Sidang Tahunan 2026, Djarot: Ada Kegiatan Tak Bisa Ditunda

Menurut dia, pembangunan infrastruktur pada era Jokowi tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan membuka akses ekonomi di berbagai daerah.

Pembangunan jalan, jembatan, jalan tol, pelabuhan, bandara, bendungan, hingga berbagai infrastruktur pendukung lainnya menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pembangunan nasional.

Bustami menilai pembangunan tersebut memiliki arti penting bagi daerah. Sebab, infrastruktur merupakan salah satu kunci untuk membuka keterisolasian, memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya distribusi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Sebagai anggota DPD yang mewakili daerah, kami melihat sendiri bagaimana pembangunan infrastruktur memberikan perubahan bagi masyarakat. Ada daerah yang sebelumnya sulit dijangkau, kemudian aksesnya terbuka. Ada sentra produksi yang semakin mudah terhubung dengan pasar. Ini adalah warisan pembangunan yang manfaatnya tidak berhenti ketika sebuah pemerintahan berganti,” katanya.

Bustami menegaskan, apresiasi terhadap capaian presiden terdahulu seharusnya ditempatkan dalam perspektif kebangsaan.

Setiap pemerintahan memiliki tantangan, kebijakan, dan capaian masing-masing yang menjadi bagian dari rangkaian perjalanan Indonesia.

Baca juga : Jokowi Bakal Hadiri Sidang Tahunan MPR 14 Agustus

Karena itu, memberikan penghargaan terhadap karya para pemimpin terdahulu bukan berarti mengabaikan kekurangan yang pernah terjadi.

Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap kontribusi yang nyata sekaligus upaya menjaga kesinambungan pembangunan nasional.

“Yang paling penting adalah bagaimana karya yang sudah baik dilanjutkan, disempurnakan, dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Pembangunan Indonesia tidak boleh berhenti hanya karena pergantian kepemimpinan. Apa yang sudah menjadi fondasi harus kita rawat dan terus kita kembangkan,” tegasnya.

Bustami juga mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang saat ini memimpin Indonesia.

Ia berharap, pemerintahan saat ini terus memperkuat pembangunan yang berorientasi pada pemerataan serta melanjutkan fondasi pembangunan yang telah diletakkan pemerintahan sebelumnya.

Menurutnya, kepemimpinan Prabowo-Gibran membawa semangat baru dalam mempercepat pembangunan nasional dan memperkuat kesejahteraan masyarakat di seluruh daerah.

Baca juga : Tak Akan Hadiri Sidang Tahunan MPR, SBY Cek Kesehatan di AS

“Bagi kami di daerah, pembangunan itu bukan sekadar angka dan statistik. Pembangunan adalah jalan yang bisa dilalui, jembatan yang menghubungkan, irigasi yang menghidupkan pertanian, pelabuhan yang membuka perdagangan, dan akses yang membuat masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” pungkas Bustami.

Penghormatan Ketua DPD RI terhadap para presiden terdahulu tersebut menjadi bagian dari pesan kebangsaan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026.

Pesan tersebut menekankan bahwa setiap pemimpin memiliki peran dan capaian dalam perjalanan panjang pembangunan Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.