Dewan Pers

Dark/Light Mode

LaNyalla Minta Pemerintah Antisipasi Tingginya Kematian Nakes Di Jakarta

Jumat, 9 Juli 2021 15:04 WIB
Ketua DPD LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Dok. DPD)
Ketua DPD LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Dok. DPD)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPD LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta Pemerintah segera mengantisipasi tingginya angka kematian tenaga kesehatan (nakes) akibat terinfeksi Covid-19. Terutama tenaga kesehatan di DKI Jakarta.

"DKI Jakarta merupakan barometer bagi daerah lain. Jadi, kondisi yang terjadi di DKI Jakarta harus diantisipasi sedini mungkin. Terutama keselamatan tenaga kesehatan," kata LaNyalla, di Jakarta, Jumat (9/7), seperti dikutip Antara.

LaNyalla melihat, jumlah tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat Covid-19 tidak sedikit. Di DKI Jakarta, dalam pekan pertama Juli 2021, setidaknya 13 tenaga kesehatan meninggal akibat terinfeksi Covid-19.

Oleh karena itu, LaNyalla meminta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah agar lebih memerhatikan kondisi tersebut. Sebab, kurangnya jumlah tenaga kesehatan bisa berpengaruh pada pelayanan dan penanganan Covid-19.

"Ini situasi extraordinary. Kita berhadapan dengan virus berbeda dengan tingkat risiko lebih tinggi. Tak bisa dipungkiri, lonjakan kasus kematian pada tenaga kesehatan dipengaruhi varian mutasi virus corona," ujar LaNyalla.

Varian tersebut termasuk dalam "variant of concern" atau varian yang diwaspadai badan kesehatan dunia (WHO). Di antaranya yakni B117 Alfa, B1351 Beta, dan B1617 Delta.

Tidak hanya DKI Jakarta, kata dia, daerah lain juga harus bersiap dengan prediksi kemungkinan kekurangan tenaga kesehatan lebih besar lagi. Meskipun hal itu tidak diharapkan, namun dalam manajemen darurat, kondisi terburuk harus dipikirkan dan diantisipasi.

LaNyalla meminta Pemerintah Daerah menambah jumlah tenaga kesehatan di wilayahnya masing-masing. Hal itu bisa dilakukan dengan meningkatkan jumlah relawan, membuka perbantuan tenaga kesehatan yang relevan, atau menggerakkan mahasiswa perawat. [USU]