Dark/Light Mode
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Pandemi Covid yang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir, ditambah perang Rusia lawan Ukraina yang juga belum bisa diketahui kapan akan selesai, mengakibatkan ekonomi global makin tak menentu.
Bahkan, dunia terancam resesi. Tanda- tandanya, krisis pangan dan energi mulai dirasakan negara-negara miskin sejak tiga bulan terakhir.
Baca juga : Ayo Berantas Mafia Tanah
Kalau ekonomi dunia makin memburuk, sekitar 60 negara yang saat ini ekonominya babak belur, terancam jadi negara gagal.
Ekonomi Indonesia yang sudah mulai bangkit, setelah pandemi melandai, mesti dijaga agar tidak menurun lagi.
Baca juga : Saatnya Hentikan Korupsi Di Daerah
Pertumbuhan ekonomi yang sudah mencapai di atas angka 5 persen, mesti dipertahankan. Bahkan kalau memungkinkan, didorong lagi hingga mencapai 5,5 persen.
Untuk itu, ekonomi lokal mesti dapat perhatian khusus. Kita berharap, pemerintah segera memproteksi barang-barang produksi dalam negeri.
Baca juga : Ayo Siapkan Lagi Sembako Murah
Caranya, antara lain, supaya industri kecil yang ada di pedesaan tidak mati suri, sebagian produksinya mesti dibeli pemerintah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.