Dark/Light Mode

Mimpi Ideal Kabinet Zaken

Rabu, 11 September 2024 00:14 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sedang mematangkan penyusunan kabinet. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan, Prabowo ingin membentuk zaken kabinet. Artinya, komposisi kabinet diisi oleh orang-orang yang ahli di bidangnya. Boleh dari kalangan profesional, boleh juga dari politisi, yang penting ahli di bidangnya.

Zaken kabinet merupakan keinginan yang ideal. Orang-orang yang masuk dalam kabinet adalah sosok pilihan, ahli. Mereka juga orang-orang bersih, clear. Tak punya rekam jejak abu-abu, apalagi gelap. Dengan kabinet seperti ini, kinerja pemerintahan akan lebih cepat dan target-target yang ditentukan bisa dicapai.

Baca juga : Keberanian Membatasi BBM Subsidi

Namun, pembentukan kabinet ini tidaklah mudah. Sebab, meski memiliki hak prerogatif untuk menentukan menteri-menterinya, Prabowo tetap “terikat” dalam aturan tak tertulis dalam koalisi. Aturan untuk mengakomodir usulan-usulan parpol.

Jumlah koalisi Prabowo sangat besar. Di parlemen, tujuh dari delapan parpol adalah koalisi Prabowo. Di luar parlemen, mayoritas parpol juga pendukung Prabowo. Parpol-parpol ini tentu harus kebagian “kue” kekuasaan.

Baca juga : Jurus Menang Pilkada

Untuk parpol parlemen, tradisinya, akan mendapatkan jatah menteri, dengan proporsi yang sesuai dengan jumlah kursi di DPR atau komitmen dukungan. Sedangkan parpol di luar parlemen, kemungkinan mendapatkan jatah wakil menteri atau pimpinan lembaga/badan.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, parpol biasanya mengajukan nama calon menteri dan calon wakil menteri adalah pucuk pimpinan mereka atau orang yang punya kedekatan, orang kepercayaan, atau bahkan keluarga dari pimpinan parpol. Memang ada juga tokoh profesional dan orang-orang ahli yang diajukan, tapi jumlahnya tidak banyak.

Baca juga : Jangan Semuanya Fokus ke Politik

Dengan kondisi yang seperti ini, tentu ada tantangan untuk mewujudkan mimpi zaken kabinet. Prabowo, yang memiliki hak prerogatif, memang punya kuasa untuk menyeleksi nama-nama yang diajukan parpol. Namun, abadnya, Prabowo tidak bisa sekonyong-konyong menolak nama yang diusulkan parpol. Harus ada landasan dan alasan yang kuat. Sebab, mengakomodir usulan parpol penting untuk menjaga kondusivitas pemerintahan.

Dengan karakter Prabowo yang kuat, kita berharap seleksi calon menteri berjalan dengan benar-benar ketat. Parpol boleh usul, karena itu memang hak mereka. Namun, nama-nama yang diajukan harus benar-benar orang baik, jujur, bersih, pintar, berintegritas, dan mampu menjalankan tugas dengan baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.