Dark/Light Mode

Tetap Baik di Luar Musim Pilkada

Jumat, 13 Desember 2024 00:34 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Saat menjelang Pilkada 2024, banyak politisi dan kandidat calon kepala daerah “bermetamorfosis” menjadi orang yang baik, dermawan, suka menyapa, ramah, murah senyum, dan perhatian pada semua orang. Bukan hanya kepada orang ada di sekitar mereka, kepada yang jauh pun tetap baik. Bukan hanya di saat dimintai bantuan, kepada orang yang tak meminta pun para kandidat calon itu menawarkan diri untuk membantu.

Kebaikan mereka semakin naik saat resmi menjadi calon kepala daerah. Setiap hari mereka keliling menyapa masyarakat dan mencari orang yang butuh bantuan. Saat itu, mereka saat memanjakan rakyat kecil.

Baca juga : Tantangan Membatasi BBM

Saat ini, Pilkada sudah usai. Tinggal menunggu penetapan yang dilakukan KPU atau sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Calon yang unggul sedang bergembira ria. Sedangkan sebagian calon yang tertinggal secara harap-harap cemas menunggu sidang MK. Sebagian lainnnya sudah pasrah dengan kenyataan.

Di luar hasil Pilkada, terpilih atau tidak, para calon harusnya konsisten baik. Sebab, menjadi orang baik adalah keharusan. Semua agama memerintahkan umatnya menjadi orang baik. Melakukan perbuatan baik harus konsisten, bukan dadakan dan bukan musiman.

Baca juga : Mengawasi Gugatan Pilkada di MK

Karena itu, kita berharap, para politisi dan calon politisi yang maju di Pilkada 2024, baiknya terus-menerus. Tidak hanya saat ada maunya saja berbaik-baik kepada masyarakat. Terpilih atau tidak terpilih pada Pilkada 2024, mereka harus tetap baik, ramah, dan dermawan kepada sesama.

Sayangnya, selama ini publik sering mendapatkan kenyataan lain. Para calon itu biasanya hanya baik untuk sementara waktu. Hanya saat masa kampanye. Begitu pemilihan selesai, kebaikan mereka pun selesai. Yang terpilih, sibuk dengan para tim suksesnya. Yang tidak terpilih, stres bahkan marah-marah kepada orang-orang yang mereka baik-baikin saat masa kampanye.

Baca juga : Sigap Bantu Korban Bencana

Kejadian ini mirip dengan sikap para Caleg di Pemilu lalu. Ketika kalah, mereka kembali ke sikap asli, yang berjarak dengan rakyat. Bahkan, ada yang meminta kembali bantuan yang mereka berikan saat kampanye. Sungguh ironis.

Jika sikapnya masih seperti ini, jangan harap akan terpilih dalam setiap kontestasi politik. Saat ini, publik semakin kritis dengan calon yang maju dalam pemilihan. Yang tergiur dengan kebaikan sesaat memang masih ada. Tapi jumlahnya tidak banyak. Sebagian besar masyarakat kini sudah sangat peduli dengan rekam jejak calon.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.