Dark/Light Mode

Terbukanya Pintu Reshuffle

Jumat, 7 Februari 2025 04:18 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah 100 hari kerja, Presiden Prabowo Subianto mulai bicara reshuffle kabinet. Presiden mengancam para anggota Kabinet Merah Putih yang tidak bekerja serius untuk rakyat, akan didepak. Sebuah ancaman keras dan harus menjadi melecut bagi semua menteri/wakil menteri.

Ancaman reshuffle ini memang wajar dikeluarkan. Sebab, kerja Pemerintah ke depan tidak mudah. Banyak tantangan, baik dari dalam maupun dari luar negeri, yang harus dihadapi. Seperti kondisi ekonomi yang belum begitu baik, kesenjangan sosial yang masih ada, dan kesejahteraan masyarakat yang belum terwujud. Diperlukan kerja keras dan keseriusan dari semua anggota kabinet untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Baca juga : Mengantisipasi Gelombang PHK

Di 100 hari pertama, kinerja kabinet banyak diapresiasi. Kepuasan publik pun sangat tinggi. Namun, perlu diingat, itu adalah masa bulan madu. Masa yang masih indah-indahnya. Setelah masa-masa ini selesai, pikiran-pikiran kritis, sikap realistis, bahkan tanggapan sinis, akan muncul.

Untuk itu, semua anggota kabinet harus berkerja ekstra dalam mewujudkan segala ekspektasi masyarakat. Tidak boleh hanya satu dua orang yang benar-benar serius dalam melayani rakyat, sementera lainnya masih santai. Tidak bisa hanya Presiden dan Wakil Presiden yang kerja keras siang malam, sementara ada anggota kabinet yang berleha-leha. Untuk mewujudkan Indonesia maju dan sejahtera, semuanya harus bekerja.

Baca juga : Jangan Lupakan Polusi Udara

Setelah 100 hari pertama ini, tentunya Presiden sudah tahu mana anggota kabinet punya skills di atas rata-rata dan bekerja sungguh-sungguh serta mana yang kemampuannya standard saja atau bahkan di bawah rata-rata. Raport para menteri sudah ada di tangan Presiden. Informasi dari berbagai lembaga survei turut menjadi indikator untuk menilai kinerja menteri.

Dengan ancaman tadi, para anggota kabinet harus langsung introspeksi diri. Sebab, mereka diangkat menjadi menteri/wakil menteri bukan untuk menerima fasilitas mewah. Mereka masuk kabinet karena dianggap mampu menjalankan program pemerintah dan bisa melayani rakyat.

Baca juga : Pejabat Out Of The Box

Setelah peringatan keras ini, jika masih ada anggota kabinet yang performanya kurang, yang tak sigap dalam melayani rakyat, lebih baik langsung diganti saja. Masih banyak sosok lain untuk masuk kabinet. Apalagi, Indonesia tidak kekurangan orang pintar. Yang dibutuhkan adalah yang mau bekerja untuk rakyat.

Reshuffle kabinet merupakan opsi yang bisa dilakukan di tengah membumbungnya harapan. Lakukan apa yang semestinya dilakukan. Semoga ke depan makin mantap melangkah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.