Dark/Light Mode
Wartawan Senior
Sebelumnya
Kelelahan nasional juga bisa menurunkan tingkat produktivitas dan kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa besar. Apalagi ketika disuguhi data-data lembaga internasional seperti Indeks Persepsi Korupsi serta tingkat kemiskinan yang masih tinggi.
Bagaimana supaya kelelahan bangsa atau national fatigue tidak terjadi?
Baca juga : Mencari “Pencuci Piring”
Salah satunya, rakyat harus diyakinkan bahwa pemberantasan korupsi sedang berjalan di rel yang lurus, tegas dan benar. Bahwa good governance dan clean government sedang dipraktikkan.
Kalau itu terwujud, kepercayaan publik akan meningkat, anggaran bisa diselamatkan serta akselerasi pembangunan berjalan baik. Kualitas sosial, ekonomi serta kelembagaan juga meningkat. Pada akhirnya, rakyat terselamatkan.
Baca juga : Orkestrasi “Bersih-bersih”
Kalau setiap hari bangsa ini mendapatkan asupan positif, optimisme akan tumbuh dengan sendirinya. Bukan optimisme yang tumbuh karena sisi-sisi negatifnya disembunyikan “di bawah karpet”. Bukan sekadar itu.
Kita berharap, bangsa ini selalu dijejali hal-hal baik. Juga disuguhi kebijakan serta langkah-langkah positif. Untuk rakyat. Bukan yang lain. Dan, pada akhirnya, Indonesia bisa menghindari “national fatigue”.
Baca juga : Belajar Sampai Washington
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Minggu, 15 Juni 2025 dengan judul "Menghindari “National Fatigue”"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.