Dark/Light Mode

Pejabat Harus Siap Dihujat

Senin, 30 Juni 2025 06:21 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketika seseorang memutuskan menjadi pejabat publik, harus bermental baja. Sebab, saat menjabat, dia akan banyak menerima hujatan, cibiran, cemoohan, hinaan, bully, dan lain sebagainya. Jangan pernah mengeluh.

Di era digital ini, kritik dan pengawasan terhadap pejabat publik semakin massif. Sedikit saja melakukan kesalahan, akan dihujat ramai-ramai. Para warganet bisa melakukan aksi hashtag yang memiliki kekuatan penekanan yang besar.

Karenanya, menjadi seorang pejabat itu “tanda tangan kontrak” siap dihujat, dicaci, dan dimaki. Jangan dan tidak usah mengharap pujian. Sebab, dia menduduki singgasana kekuasaan milik rakyat dan digaji oleh rakyat.

Baca juga : Genjot Swasembada Energi

Ingat, seluruh kegiatan pejabat dibiayai oleh rakyat dari uang pajak mereka. Jadi, penguasa sesungguhnya adalah rakyat. Pejabat hanya petugas rakyat untuk menjalankan amanah mengurusi keperluan rakyat. Sebagai petugas rakyat, para pejabat harus melayani rakyat, buka yang lain.

Rakyat adalah prioritas utama dalam tugas pejabat. Jangan sekali-kali mengkhianati rakyat. Jangan pula mencoba menipu dan mengelabui rakyat.

Jika ada sikap pejabat yang menceng, pasti ketahuan. Apalagi di era keterbukaan saat ini. Cepat atau lambat, berbuatan menyimpang akan terbongkar. Oleh karena itu, para pejabat, berhati-hatilah melangkah dalam menjalankan amanah.

Baca juga : Perang Iran Vs Israel Dan Subsidi BBM

Apa pun jabatan publik yang diemban, harus selalu merasa, bila ada kritikan, omelan, atau tumpahan amarah, itu tanda bahwa pejabat yang bersangkutan masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam menjalankan tugas. Terima saja dengan lapang dada semua kritikan itu.

Seorang pejabat tidak hanya dituntut untuk berkerja baik, tapi juga mengetahui penerimaan publik. Pejabat publik bisa menggunakan instrumen sosial media untuk menginformasikan kepada publik tentang apa yang telah, sedang, dan akan dikerjakannya, serta mengetahui respons mereka.

Pejabat harus mengerti cara bekerja digital marketing. Dengan melek digital marketing, dia akan punya cara memenuhi hak publik untuk mengetahui langkah-langkah mensosialisasikan kegiatan-kegiatan pemerintahannya.

Baca juga : Rumah Merpati

Namun ingat, semua hal itu harus dilakukan sealamiyah mungkin dilakukan. Jangan ada mark up atau make up, apalagi engineering yang tak perlu. Agar rakyat bisa merasakannya sebagai ketulusan, buka rekayasa. Semua yang dikerjakan dari hati dan hati maka pasti akan sampai ke hati.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.