Dark/Light Mode

IMI Gandeng KPK Awasi Penyelenggaraan Formula E Jakarta

Kamis, 25 November 2021 22:14 WIB
Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo (kanan) bersama Chief Championship Officer Formula E Operations Alberto Longo (Foto: Dok. IMI)
Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo (kanan) bersama Chief Championship Officer Formula E Operations Alberto Longo (Foto: Dok. IMI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengungkapkan, pihaknya bersama Formula E Operations (FEO) sebagai penyelenggara Formula E di berbagai negara dunia, serta PT Jakpro selaku penyelenggara Jakarta E-Prix 2022 (Formula E), akan segera beraudiensi dengan KPK. IMI akan meminta langsung ke KPK untuk memberikan pendampingan sekaligus mengawasi dari awal hingga akhir penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2022.

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini menerangkan, Jakarta E-Prix 2022 bukan saja menjadi kebanggaan warga DKI. Melainkan juga harus menjadi kebanggaan nasional bangsa Indonesia.

Berita Terkait : LBH Bulan Bintang Tampung Aspirasi Guru Bantu DKI Jakarta

“Selain bisa membantu memulihkan perekonomian rakyat, juga bisa menjadi momentum yang tepat untuk mensosialisasikan penggunaan mobil listrik di Tanah Air. Sekaligus juga memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia telah menjadi rumah yang nyaman bagi berbagai kejuaraan motorsport dunia," ujar Bamsoet, usai jamuan makan malam dengan Co-Founder sekaligus Chief Championship Officer Formula E Operations Alberto Longo dan Direktur Utama PT Jakpro Widi Amanasto, di Kantor IMI Black Stone, Jakarta, Rabu malam (24/11).

Ketua MPR ini menjelaskan, IMI akan terlibat dalam berbagai persiapan teknis penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2022. Antara lain bekerja sama dengan pengelola Sirkuit Internasional Sentul, untuk menyiapkan tenaga marshal terlatih yang memenuhi standar Fédération Internationale de l'Automobile/FIA (Federasi Olahraga Mobil Dunia).

Berita Terkait : Ditelusuri KPK, Penyebab Pemprov DKI Bayar Formula E Lebih Mahal Dari Kota Lainnya

"Sirkuit Internasional Sentul memiliki reputasi yang tidak perlu diragukan, salah satunya pernah mendapatkan The Best Organizer of the Grand Racing Event pada tahun 2008. Mereka juga memiliki segudang pengalaman dalam menyelenggarakan berbagai balapan bergengsi internasional. Antara lain World Superbike pada tahun 1994,1995,1996, dan 1997; MotoGP pada tahun 1996 dan 1997; A1 Grand Prix pada 2005-2006 dan 2006-2007; serta Asia Talent Cup pada 2014, dan berbagai kejuaraan bergengsi lainnya" jelas Bamsoet.

Alberto Longo memastikan, Pemprov DKI Jakarta tidak membayar commitment fee lebih besar dari negara lain dalam penyelenggaran Formula E. Dirinya juga menekankan pentingnya transparansi sekaligus membangun kerja sama yang erat dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum. Sejauh ini bisa dipastikan tidak terjadi kesalahan apapun selama proses persiapan hingga penyelenggaraan Formula E.

Berita Terkait : IMI Siap Sukseskan Formula E Jakarta

"Formula E sejalan dengan nilai-nilai yang sedang diperjuangkan pemerintah Indonesia dalam mempercepat migrasi kendaraan berbahan bakar minyak ke bermotor listrik. Karenanya, Jakarta E-Prix 2022 sebagai salah satu event Formula E dunia, bukanlah sekadar ajang balapan. Melainkan juga sebuah gerakan, e-Movement. Gerakan untuk mempercepat migrasi kendaraan listrik, gerakan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari polusi udara, sekaligus gerakan untuk mencintai alam," pungkas Alberto Longo. [USU]