Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bek Persib: Sepakbola Itu Hiburan, Bukan Kuburan

Minggu, 2 Oktober 2022 15:29 WIB
Para pemain Persib Bandung di pentas Liga 1.
Para pemain Persib Bandung di pentas Liga 1.

RM.id  Rakyat Merdeka - Bek Persib, Achmad Jufriyanto sangat berduka atas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu, (1/10).

Tak hanya itu, Jupe, sapaan akrab Achmad Jufriyanto, pun menyesalkan peristiwa kelam harus kembali terjadi di sepakbola Indonesia.

Ia mengaku kesal karena sepakbola yang seharusnya menjadi ajang pemersatu bangsa harus merenggut banyak korban jiwa.

Berita Terkait : Kepala Perpusnas: Hadirkan Buku Ilmu Terapan untuk Masyarakat

“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya buat Arema FC dan Aremania. Lagi-lagi sepakbola Indonesia berduka. Mau sampai kapan? Harus ada yang bertanggung jawab atas insiden ini,” tegas Jupe.

Jupe menyesalkan karena tragedi seperti ini tentunya akan merugikan banyak pihak. Ia berharap peristiwa ini bisa menjadi cambuk dan pembelajaran bagi semua pihak agar bisa berbenah.

“Jangan sampai sepakbola kita yang sedang beranjak bangkit harus terpuruk dengan hal-hal seperti ini. Sepakbola seharusnya merupakan hiburan bagi kita semua, bukan kuburan. Semoga tidak ada terulang kembali kejadian seperti ini,” tuntasnya.

Berita Terkait : Ketum ReJO: Indonesia Butuh Kesatria Bukan Sengkuni

Senada, pelatih Luis Milla juga merasa sangat berduka atas kejadian yang merenggut banyak korban jiwa tersebut.

Pelatih asal Spanyol ini mengaku turut merasakan kesedihan dan duka yang dialami keluarga korban juga publik Kota Apel tersebut.

“Hari ini sepak bola Indonesia sedang berduka. Saya ingin menyampaikan rasa duka cita yang sangat dalam untuk tragedi ini. Untuk keluarga dan kerabat yang ditinggalkan semoga kalian tetap diberikan kekuatan,” ucap Milla.

Berita Terkait : Federasi Sepakbola Prancis Bikin Akademi Usia Dini Di Jakarta

Milla yang juga pernah menjadi pelatih Tim Nasional Indonesia ini pun berharap tragedi di Stadion Kanjuruhan tersebut tidak pernah terjadi lagi di persepakbolaan Indonesia.

“Saya tentu sangat bersedih atas tragedi ini. Saya berharap ini semua menjadi peristiwa terakhir yang terjadi di sepak bola Indonesia,” tuntasnya