Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menpora: Tragedi Kanjuruhan Harus Jadi Yang Terakhir

Minggu, 2 Oktober 2022 15:33 WIB
Menpora Zainudin Amali (Foto: Istimewa)
Menpora Zainudin Amali (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali sedang terbang ke Malang untuk menengok korban luka-luka dan takziah ke keluarga korban meninggal tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10). Amali berharap, tragedi ini menjadi yang terakhir bagi dunia sepak bola Indonesia.

“Pemerintah secara umum, dan khususnya Bapak Presiden Joko Widodo, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada tanggal 1 oktober 2022. Kepada keluarga yang ditinggalkan supaya diberi kekuatan dan ketabahan oleh Allah SWT, Tuhan YME, dalam menerima musibah ini,” ucap Alami, dalam keterangannya, Minggu (2/10).

Berita Terkait : Ketum PP Muhammadiyah: Tragedi Kanjuruhan Koyak Marwah Bangsa Dan Negara

Menurut Amali, tragedi Kanjuruhan sangat memprihatinkan dan mengecewakan. Sebab, di tengah upaya seluruh pihak yang sedang membangun sepak bola nasional, tiba-tiba ternodai dengan kejadian ini.

Amali dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah diberi arahan oleh Presiden Jokowi untuk segera menginvestigasi secara serius tragedi Kanjuruhan dan mengusut tuntas yang menjadi penyebab peristiwa yang menewaskan ratusan orang tersebut. Dia pun diperintahkan untuk segera ke Malang dan melihat kondisi korban yang sedang dirawat di rumah sakit serta bertakziah kepada keluarga korban yang meninggal.

Berita Terkait : PSSI Setop Pertandingan Liga 1 Selama Sepekan

Menindaklanjuti arahan tersebut, dirinya langsung berkoordinasi dengan Kapolri dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan untuk segera mengambil langkah penanganan secara cepat dan tepat. “Saya berharap, kita harus mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan pertandingan sepak bola, baik kompetisi maupun turnamen, agar tragedi Kanjuruhan ini tidak terulang lagi di masa depan. Kita jadikan tragedi ini sebagai pelajaran berharga yang memilukan kita semua dan harus menjadi yang terakhir,” ucapnya.■