Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kemenpora Gelar Pra Popnas Zona 1 Di DKI Jakarta

Jumat, 25 November 2022 09:00 WIB
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Raden Isnanta (tengah) membuka Pra popnas Zona 1 di Jakarta, Kamis (24/11) malam
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Raden Isnanta (tengah) membuka Pra popnas Zona 1 di Jakarta, Kamis (24/11) malam

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar event Pra Pekan Olahraga Pelajar (Popnas) terakhir sebelum gelaran Popnas di Sumatera Selatan pada 2023 mendatang. 

Pra Popnas terakhir atau Zona I yang menjadi ajang kualifikasi terakhir Popnas ini digelar di DKI Jakarta mulai 23-30 November.

Secara resmi pembukaan Pra Popnas Zona 1 ini dilakukan oleh Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Raden Isnanta di Jakarta, Kamis (24/11) malam.

Ada enam provinsi yaitu ikut serta yakni Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat. Tiga tiga cabang olahraga yang dipertandingkan yaitu pencak silat, tinju, dan sepak bola.  

"Pra-Popnas juga menjadi sarana untuk mencari bibit-bibit atlet muda dari setiap daerah. Bagi pelajar yang memenuhi penilaian berpeluang mewakili Indonesia dalam Asean Schools Games dan Youth Olympic," kata Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Raden Isnanta di Jakarta memberi sambutan.

Berita Terkait : Pemprov Jabar Berhasil Tekan Kasus Zero PMK di Kabupaten / Kota

Lebih dari 400 peserta yang terdiri dari atlet, pelatih, dan rombongan kontingan. Secara rinci, Kemenpora menyebutkan jumlah peserta tiap provinsi terdiri dari Aceh 60 orang, Sumbar 77, Riau 76, Kepulauan Riau 71, Sumatera Utara 60, dan Jambi 70 orang.

Untuk cabang olahraga pencak silat, pelaksanaan kualifikasi akan berlangsung di ballroom Hotel Sahid Jakarta. Sedangkan sepak bola dan tinju dilaksanakan di Gelanggang Olahraga Soemantri Brodjonegoro.

Dijelaskan Isnanta, dalam Design Besar Olahraga Nasional (DBON), Indonesia bertekad meraih prestasi pada Olimpiade 2044. Cabor-cabor seperti bulutangkis, angkat besi dan panahan kiranya tidak terus menjadi tumpuan meraih medali.

Apalagi, lanjut Raden, Indonesia telah mengajukan diri menjadi tuan rumah pada Olimpiade 2036 mendatang. Bila itu terwujud, tak ayal, sukses prestasi pun menjadi target.

“Sesuai dengan grand Design Besar Olahraga Nasional adalah, kalian bisa berprestasi di Olimpiade 2044 menuju peringkat 5,” jelas Isnanta.

Berita Terkait : HUT Korpri, Kemenpora Gelar Turnamen Bulutangkis Antar Kementerian

Dia juga mengimbau agar Dinas Pemuda dan Olahraga seluruh provinsi melakukan pembinaan terhadap atlet-atlet pelajar tersebut. Mengingat para atlet pelajar inilah yang menjadi masa depan olahraga Indonesia.

“Adik-adik ini dilakukan pembinaan agar terpacu dan berprestasi di pentas Asia dan dunia,” pungkas Raden.

Isnanta juga menjelaskan, tujuan dilaksanakannya prapopnas ialah untuk efisiensi waktu dalam pelaksanaan Popnas 2023. Dengan adanya kualifikasi pada tahun ini, diharapkan waktu kompetisi pada acara utama tidak terlalu panjang sehingga tidak mengurangi kualitasi pertandingan.

"Peserta dari cabang olahraga yang dilombakan ini sangat banyak, makanya dilakukan kualifikasi agar nanti lebih efisien. Tiga zona lainnya sudah terlebih dulu dilaksanakan, ini yang terakhir zona satu," Isnanta menjelaskan.

Pada kesempatan sama, Kementerian Pemuda dan Olahraga memberikan pengehargaan kepada insan olahraga yang telah memberi sumbangsih besar terhadap perkembangan olahraga di Indonesia.   

Berita Terkait : Jaring Atlet Muda, Kemenpora Gelar Gebyar Olahraga Pendidikan

Pra-Popnas dibagi dalam empat zona yaitu Zona I yang berlangsung di Jakarta, Zona II di Lampung, Zona III di Kalimantan Selatan, dan Zona IV di Kalimantan Timur.

Sebelum Jakarta, agenda Pra-Popnas terlebih dulu dilaksanakan pada Zona IV yang dikuti tujuh provinsi yakni Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Pada Pra-Popnas Zona IV, cabang olahraga yang dipertandingkan adalah tinju, bola voli, pencak silat, bola basket, sepak takraw, sepak bola, tenis beregu, dan bulu tangkis beregu.