Dewan Pers

Dark/Light Mode

Piala Dunia 2022

Jerman Vs Kosta Rika: De Panzer Waspada Parkir Bus

Selasa, 29 November 2022 14:38 WIB
Para pemain timnas Jerman. (Foto : ist)
Para pemain timnas Jerman. (Foto : ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Timnas Jerman siap mengantisipasi strategi Kosta Rika yang bakal menerapkan totalitas bertahan alias memarkir bus pada laga penentuan grup E Piala Dunia 2022 Qatar.

Duel Jerman Vs Kosta Rika akan digelar di Al Bayt Stadium, Jumat 2 Desember, mulai pukul 02.00 WIB.

Saat ini Timnas Jerman berada dalam posisi terdesak di klasemen Grup E, dengan koleksi hanya 1 poin dari 2 laga. Jumlah poin tersebut membuat de Panzer harus rela menempati posisi dasar tabel. Mereka tertinggal dari Spanyol (4 poin), serta Jepang dan Kosta Rika yang masing-masing mengantongi 3 poin.

Berita Terkait : Lawan Amerika Serikat, Keluarga Timnas Iran Terancam Masuk Bui

Di sisi lain, hasil matchday 2 lalu telah membuka kembali kans Kosta Rika untuk lolos dari fase grup. Akan tetapi kemenangan 1-0 atas Jepang tersebut tidak akan ada artinya jika Los Ticos sampai kalah di tangan Jerman pada laga terakhir.

“Kosta Rika akan bertahan dengan penuh semangat. Jadi, kami harus mencari solusi-solusi secara kolektif. Kami harus datang dengan rencana bagus, sangat aktif, dan memaksakan gol saat menguasai bola,” urai asisten pelatih Danny Roehl dari laman resmi DFB.

Di samping itu, tangan kanan Hansi Flick itu juga mewanti-wanti pertahanan Jerman. “Kami juga harus tetap memikirkan pertahanan, menjaga dari depan, juga di belakang. Malam ini, kami, para pelatih, akan melakukan analisis intensif terhadap Kosta Rika. Kami harus menentukan pemain-pemain yang pas untuk lawan mereka,” ujar dia lagi.

Berita Terkait : Iran vs Amerika Serikat, Isu Politik Panaskan Duel Hidup Mati

Kekhawatiran Danny Roehl soal kemungkinan Kosta Rika bertahan total bukan tanpa alasan. Tengok saja penguasaan bola Los Ticos yang hanya 17% saat melawan Spanyol dan 39% ketika meladeni Jepang. Dalam 2 pertandingan itu, Joel Campbell cs. juga hanya total 13 kali memasuki pertahanan lawan.

Ini menjadi masalah karena Jerman tak punya lini depan yang tajam. Dalam 2 laga melawan Jepang dan Spanyol, total upaya percobaan mencetak gol sebanyak 35 kali, tapi tembakan yang mengarah tepat ke gawang hanya 13 atau 37%. Adapun gol yang tercipta hanya 2.

Seperti dikatakan Roehl, timnas Jerman harus lebih kreatif dan mampu menemukan solusi-solusi efektif saat melakukan serangan.

Berita Terkait : Ghana 3-2 Korsel, Kudus Dipuji Setinggi Langit

Tanpa itu, mereka akan menemui kebuntuan. Publik pun sependapat. Mereka antara lain menuntu Hansi Flick tak lagi memakai taktik false 9. Sebaliknya, dia harus memasang Niclas Fuellkrug dari awal.

Mengenai pemilihan pemain, Marcus Sorg, asisten pelatih lainnya menjelaskan, “Kami memikirkan segalanya, taktik, posisi individual. Kami mempertimbangkan pemain mana yang bisa memberikan efek pada waktu tertentu. Kami terbuka terhadap segalanya, tapi kami juga butuh struktur, stabilitas, dan keamanan. Dari sanalah konsistensi akan datang.”