Dark/Light Mode

Keluarga Duga Ada Rekayasa Hasil Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Desember 2022 11:46 WIB
Unjuk rasa suporter menanggapi Tragedi Kanjuruhan. (Foto : Ist)
Unjuk rasa suporter menanggapi Tragedi Kanjuruhan. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - keluarga korban Tragedi Kanjuruhan menduga ada rekayasan hasil autopsi terhadap dua jenazah korban Kanjuruhan Disaster 2, NDR (16) dan NDA (13). 

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Jawa Timur, dokter Nabil Bahasuan mengatakan kesimpulan autopsi itu, Rabu (30/11/2022).

Hasilnya, tak ditemukan kandungan gas air mata dari hasil toksikologi dan penyebab kematian korban adalah benturan benda tumpul pada organ vitalnya.

Baca juga : Galang Donasi, DPC KAI Bekasi Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Cianjur

Namun, bapak korban, Devi Athok menduga hasil autopsi itu direkayasa. “Jujur saya gak percaya dengan pernyataan dokter Nabil, dan tim PDFI Jawa Timur,” kata Devi dilansir laman suporter Arema, Kamis (1/12).

Dugaan rekayasa itu tak lepas dari pernyataan Nabil yang enggan mengatakan hasil autopsi kepada keluarga korban mauun kuasa hukumnya, Senin (28/11/2022). Namun, dua hari kemudian, justru hasilnya disampaikannya lewat konferensi pers dengan alasan sudah mendapat izin dari tim penyidik Polda Jawa Timur.

“Seharusnya keluarga atau tim kuasa hukum saya mengetahui hasilnya. Alasannya dirilis di pengadilan, tapi kenapa kok tiba-tiba dia ngomong di depan media tentang penyebab kematian anak saya,” imbuh Devi.

Baca juga : PT Wira Cipta Perkasa Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Cianjur

Devi juga menolak tegas penyebab kematian kedua anaknya karena ada patah tulang. Menurutnya, hal itu tak masuk akal, karea saat memandikan jenazah keduanya, tak ada sedikit pun luka lecet mauupun lebam karena kekerasan.

“Anak saya gak ada bekas injak-injakan. Pakaiannya pun bersih. Saat saya lihat di Rumah Sakit Wava Husada itu. Anak saya juga keluar busa di mulutnya. Baunya juga bau zat kimia seperti obat nyamuk,” sambungnya.

Apalagi, saat proses ekshumasi atau penggalian jenazah (5/11/2022), Devi juga sempat melihat ada kondisi tak wajar dari bentuk kepala bagian kiri salah seorang anaknya.

Baca juga : PMI Lipatgandakan Pasokan Air Bersih Untuk Korban Gempa Cianjur

“Waktu autopsi, saya melihat kepala sebelah kiri anak saya pecah tak beraturan. Mungkin tembakan (gas air mata) itu kena anak saya,” ujar Devi.

“Ini nggak sesuai dengan janjinya saat autopsi anak saya. Gak benar ini, masak dipukul sampai keluar busa? Gak masuk akal.”

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.