Dark/Light Mode

Ketum KONI DKI Hidayat Warning Cabor Letoy Tidak Ikut PON 2024

Kamis, 12 Januari 2023 17:32 WIB
Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Hidayat Humaid (tengah) di acara live Instagram Obrolan Prestasi Jakarta (OPJ) dengan tema: 2023 Menuju Babak Kualifikasi PON, Kamis (12/1).
Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Hidayat Humaid (tengah) di acara live Instagram Obrolan Prestasi Jakarta (OPJ) dengan tema: 2023 Menuju Babak Kualifikasi PON, Kamis (12/1).

RM.id  Rakyat Merdeka - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi DKI Jakarta meminta kepada seluruh cabang olahraga (cabor) untuk mendapatkan prestasi yang maksimal dan tinggi. Sebab, syarat untuk diberangkatkan ke PON pada 2024, minimal peringkat empat saat babak kualifikasi atau pra PON. Sedangkan yang lemah tidak akan diberangkatkan ke PON Sumatera Utara dan Aceh.  

Hal ini dikatakan Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Hidayat Humaid di acara live Instagram Obrolan Prestasi Jakarta (OPJ) dengan tema: 2023 Menuju Babak Kualifikasi PON, Kamis (12/1). 

"Syarat prestasi maksimal adalah harga mati. Dan tidak ada alasan, pokoknya kalau tidak empat besar KONI tidak akan memberangkatkan ke PON," tegas Hidayat. 

Baca juga : Borong Enam Emas, Ski Air dan Wakeboard Siap Hadapi PON 2024

Dosen Universitas Negeri Jakarta  yang disapa Bang Dayat ini menyatakan, saat ini pelatihan daerah (Pelatda) sudah berjalan. Dan di tahun  ini, cabor yang dipertandingkan di PON dan belum melakukan pelatda akan dilakukan segera. 

Hidayat mengaku, KONI DKI Jakarta sudah melakukan pemetaan terhadap cabor-cabor unggulan. Cabor unggulan tersebut diharapkan mampu menjadi pendulang emas di PON nanti. 

Beberapa program yang sudah disiapkan, adalah pelatih asing atau TC di luar negeri. Tapi program tersebut, dilihat terlebih dahulu persoalan internal cabornya. 

Baca juga : Ketum Hidayat Ingin Dayung DKI Lebih Kinclong Di PON 2024

"Karena persoalan cabor kan beda-beda. Harus kita cek dan evaluasi dan program itu tidak sama karena permasalahan cabor kan berbeda-beda," terangnya. 

Soal layanan kepada atlet menurut Hidayat, kalau seluruh cabor akan mendapatkan fasilitas pendampingan dan menempel dimasing-masing cabor. Misalnya pelatih fisik, psikologi dan mesure. "Semua kebutuhan atlet kita penuhi," ujarnya. 

Terkait traning camp atau TC luar negeri, KONI DKI Jakarta sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta dan jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk membantu proses keberangkatan atau sister city.

Baca juga : Targetkan Emas, KONI DKI Lepas Atlet Gulat Tanding di Kejurnas Medan

Diketahui, beban KONI DKI Jakarta sangat berat. Sebab, Pemprov DKI Jakarta serta DPRD meminta agar Jakarta menjadi juara umum. 

"Untuk atlet harus mampu memaksimalkan kesempatan yang ada. 2023 ini harus lolos dalam peringkat yang tinggi dari 1 hingga 3 besar agar mampu menjadi sang juara," kata mantan atlet sprinter dari atletik ini.

Sebagai informasi, acara Live OPJ ini digelar secara rutin oleh Humas dan IT KONI DKI Jakarta, di bawah komando Waketum III, Fatchul Anas setiap hari Kamis, pukul 2 siang di Lantai IV, Gedung KONI DKI Jakarta. ■
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.