Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Percepat Transformasi Sepak Bola, Erick Pelototin Keselamatan Suporter
Senin, 10 Juni 2024 20:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi dalam dunia sepak bola nasional.
"Alhamdulillah, satu demi satu target PSSI bisa kami capai. Namun, kita tak boleh berpuas diri," tulis Erick dalam caption Instagram pribadinya, Senin (10/6).
Ia berharap Liga bisa terus melakukan transformasi. Di antaranya dengn melakukan perbaikan manajemen, keuangan dan sistem.
"Harus ada terobosan untuk perbaikan manajemen, perbaikan keuangan, dan sistem," tegasnya.
Baca juga : Presiden Dan Menlu Iran Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter
Selain itu, Erick juga menekankan pentingnya memastikan keselamatan suporter dalam setiap pertandingan. Menurutnya, keselamatan suporter adalah tanggung jawab liga dan klub.
"Kita ingin suporter pulang dengan selamat," tegasnya.
Ia memastikan bahwa transformasi sepak bola nasional akan terus dilakukan dengan cepat. Yang lambat, akan ketinggalan.
"Kami akan jalan terus seperti kereta cepat. Bagi yang ketinggalan, mohon maaf," tutur Erick.
Baca juga : PLN Pastikan Listrik Bali Tanpa Kedip Selama World Water Forum
Erick mengaku akan mempercepat proses transformasi suporter sepak bola Indonesia, dari rencananya awalnya diperkirakan memakan waktu dua tahun menjadi hanya satu tahun.
Ia meminta tenggat waktu dua minggu untuk membahas lima rekomendasi lima nilai dasar dari Presidium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia (PN-SSI) dengan Exco PSSI dan klub.
Lima nilai dasar yang dimaksud adalah unity (kebersamaan), identity (identitas), humanity (rasa kemanusiaan), respect (saling menghormati), dan creativity (kreativitas).
Keselamatan suporter menjadi perhatian penting, terutama usai tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober tahun lalu.
Baca juga : Ditjen Bea Cukai Dapat Sorotan Masyarakat Lagi
Peristiwa tragis yang menjadi sorotan dunia itu mendorong penerapan kebijakan larangan kehadiran suporter tamu selama kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim ini. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong kedewasaan dan ketertiban suporter agar kejadian serupa tidak terulang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya