Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Eks bintang Real Madrid Roberto Carlos soroti tentang kerusuhan di Derby Madrid. Carlos menilai, insiden itu telah menodai citra sepakbola Spanyol, sehingga tidak boleh terulang lagi.
Derbi Madrileno jilid pertama musim 2024/2025 yang cukup panas itu berlangsung di Civitas Metropolitano, Minggu (29/9/2024) malam waktu setempat.
Kedua tim harus puas dengan hasil imbang 1-1. Namun, ada banyak terjadi yang melibatkan sejumlah pemain dari kedua kubu. Kiper Madrid Thibaut Courtois jadi sasaran pelemparan benda-benda yang dilakukan sebagian suporter tuan rumah.
Baca juga : Libur Maulid, Penumpang Kereta Cepat Capai 20 Ribu Per Hari
Courtois dianggap memprovokasi suporter Atletico setelah Los Blancos membuka keunggulan berkat gol Eder Militao. Pertandingan kemudian diputuskan dihentikan selama 20 menit, sebelum dilanjutkan kembali.
Angel Correa menyelamatkan Los Colchoneros dari kekalahan berkat golnya di injury time. Selepas pertandingan, Simeone mengutuk kelakuan suporternya sendiri sembari ikut menyalahkan perilaku Courtois.
Menanggapi masalah tersebut, Roberto Carlos mengatakan bahwa setiap orang berhak berpendapat. Namun, dia meminta kepada semua pihak agar peristiwa yang mencoreng La Liga itu tidak terjadi lagi.
Baca juga : Perluas Jaringan, BYD Buka Dealer Di Bali
“Saya sebetulnya baru bisa berkomentar jika pelatih Madrid Carlo Ancelotti melontarkan sesuatu, karena dia pelatih tim saya dulu,” kata pemain legendaris Brasil ini seperti dikutip dari 𝘛𝘩𝘦 𝘔𝘢𝘳𝘤𝘢, Rabu (2/10/2024).
Eks bintang Timnas Brasil itu hanya menyayangkan sikap pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, yang justru melontarkan statement yang berpihak ke timnya.
Padahal, dia pelatih hebat, sehingga sudah seharusnya ikut meredam keadaan, untuk kebaikan bersama.
Baca juga : Harapan Carlos Pena Pada 3 Pemain Persija Di Timnas
“Dia membela klubnya adalah hal yang wajar. Kita juga sudah tahu dunia sepak bola seperti apa. Tapi Simeone itu pelatih hebat yang sudah seharusnya ikut mengakhiri peristiwa kemarin. itu sebuah citra yang buruk,” paparnya.
Untuk saat ini, Roberto Carlo, meminta semua pihak untuk meredakan emosi, sambil menunggu langkah federasi mengambil keputusan yang dibutuhkan agar situasi menghentikan sebuah pertandingan selama 20 menit itu tidak terjadi lagi.
“Kemarin itu sangat menyedihkan. Saya sangat menyayangi suporter Atletico, tapi apa yang terjadi kemarin itu tidak wajar. Citranya kasar,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya