Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Final Tenis Grand Slam Australian Open 2025
Sabalenka Ditantang Keys
Sabtu, 25 Januari 2025 06:30 WIB
Sebelumnya
Petenis asal Amerika Serikat (AS) itu menambahkan, salah satu kelemahan yang kerap dia tampilkan adalah, kegugupan. Dia menyebut, sebelum bertanding selalu berpikir, di momen-momen tertentu, akan selalu ada kesulitan. Saat ini, dirinya mencoba menghindari hal tersebut.
“Saya harus bisa menerima segala situasi. Itu adalah hal yang saya usahakan dengan sangat keras,” ujar unggulan ke-19 itu.
Soal jalannya pertandingan final nanti, dia memprediksi akan berjalan ketat. Keys memastikan, Sabalenka dan dia akan memainkan penampilan terbaiknya. “Tidak akan ada banyak poin-poin panjang,” ucapnya.
Baca juga : Israel Janji Bangun Gaza Seperti Dubai
Dari laga semifinal tunggal putra, ketakutan Novak Djokovic akan kondisi fisiknya saat melawan Alexander Zverev menjadi kenyataan. Djokovic tak mampu menyelesaikan laga. Sehingga harus merelakan tempatnya di final Australian Open 2025 diambil Zverev. Saat mundur, Djokovic tertinggal di set pertama 6-7 (5-7).
“Saya melakukan semua yang saya bisa untuk mengatasi sobekan otot ini,” kata Djokovic, usai laga.
Dia bilang, obat-obatan tali pengikat, dan fisioterapi cukup membantunya. Namun, semua itu ada batasnya. Menjelang akhir set pertama, dia mulai merasakan rasa sakit yang semakin besar. Petenis berjuluk 𝘛𝘩𝘦 𝘋𝘫𝘰𝘬𝘦𝘳 itu merasa, hal tersebut terlalu berat untuk dia tahan selama pertandingan.
Baca juga : Rapat Tertutup dengan DPR 3 Jam, Menteri Satryo Pulang dari Pintu Samping
“Ya, ini akhir yang tidak menguntungkan. Tapi, saya sudah mencoba,” ujar petenis Serbia itu.
Sementara, Zverev mengaku, tidak bisa berkata apapun. Dia bilang, set pertama berjalan dengan intensitas tinggi. Terkait kondisi Djokovic, menurutnya ada beberapa kesulitan jika terus memaksakan bermain. Di laga tersebut, lanjutnya, mereka kerap bermain reli yang cukup panjang. Tentu saja, kondisi tersebut sangat menguras fisik.
“Saat 𝘵𝘪𝘦-𝘣𝘳𝘦𝘢𝘬 saya melihat Djokovic berjuang lebih keras,” kata Zverev.
Baca juga : Pagar Laut Ada 169 Kasus, di Sidoarjo 437 Hektare
Di partai final yang digelar di Rod Laver Arena, besok, Zverev akan menghadapi pemenang pertandingan antara Jannik Sinner melawan Ben Shelton. Hingga berita ini diturunkan, Sinner sedang unggul 7-6 (7-2), 6-2 di dua set pertama. [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya