Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Rencana Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) mengubah sistem skor pertandingan mendapat kritikan dari legenda hidup bulutangkis Indonesia Rexy Mainaky.
Perubahan itu dianggap tak terlalu penting. Rexy yang kini menjabat sebagai Direktur Kepelatihan Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM) mempertanyakan urgensi rencana itu.
Dilansir Kantor Berita Malaysia 𝘉𝘦𝘳𝘯𝘢𝘮𝘢, Senin (10/2/2025), Rexy mengatakan BWF seharusnya fokus pada perbaikan aspek-aspek yang lebih mendasar.
Menurutnya, aspek-aspek itu penting untuk meningkatkan daya saing dan daya tarik pertandingan. Bukan mengubah sistem skor yang saat ini sudah efektif dengan format 21 poin.
Baca juga : Jelang Perayaan Imlek, Bank Mandiri Rilis Program FOMO
“BWF tampak sibuk dengan rencana mengubah sistem skor. Bagi saya, sistem 21 poin sudah bagus dan tidak perlu diubah,” ujar Rexy.
Sejak diterapkan pada 2006, sistem skor saat ini memungkinkan pertandingan berlanjut hingga 30 poin dalam situasi 𝘴𝘦𝘵𝘵𝘪𝘯𝘨.
Dengan tujuan menghadirkan pertandingan yang lebih intens dan menarik bagi penonton. Serta mengurangi beban fisik pada atlet.
Kendati demikian, BWF berencana melakukan uji coba sistem baru 3x15 pada beberapa turnamen mulai April hingga Oktober.
Baca juga : KPK: Tidak Ada Kaitan Dengan Perkara Di MK
Dengan keputusan akhir direncanakan diambil pada rapat umum tahunan BWF 2026. Sejarah sistem skor dalam bulu tangkis telah mengalami evolusi signifikan sejak pertama kali diperkenalkan pada 1873.
Dari format 15 poin hingga sistem saat ini yang telah diresmikan sejak 2006. Kata Rexy, BWF seharusnya memikirkan hal-hal lain daripada mengubah sistem skor. “Saya tidak perlu menjelaskan lebih lanjut, mereka lebih tahu,” tegas peraih medali emas ganda putra Olimpiade Atlanta 1996 itu.
Sebelumnya disebutkan, BWF berharap, mengurangi jumlah poin di pertandingan membuat pertandingan akan menjadi lebih intens, dinamis, dan menarik bagi penonton.
Selain itu juga mengurangi beban fisik pada atlet. Tak cuma Rexy, sebelumnya legenda bulutangkis Malaysia Lee Chong Wei, mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap sistem baru yang akan diterapkan BWF. Menurutnya, itu tidak lagi terasa seperti bulutangkis.
Baca juga : Yusril Soal Pemulangan Bali Nine: Mereka Tidak Bebas
“Perubahan sistem yang sudah dikenal selama bertahun-tahun bukanlah hal yang mudah diterima oleh pemain,” ujar Lee.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya