Dark/Light Mode

Yusril Soal Pemulangan Bali Nine: Mereka Tidak Bebas

Selasa, 14 Januari 2025 13:03 WIB
Yusril Soal Pemulangan Bali Nine: Mereka Tidak Bebas

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah akhirnya memulangkan lima anggota kelompok Bali Nine ke Australia setelah menjalani hukuman di tanah air. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menkumham Imipas) menegaskan, para narapidana tersebut tidak serta-merta bebas begitu tiba di negeri asalnya.

“Mereka tidak bebas. Itu (rehabilitasi) sesuai prosedur yang berlaku di negaranya,” tegas Yusril saat ditemui di Denpasar, Bali, Senin malam (13/1).

Baca juga : Harga Pangan Bak Roller Coaster

Lima narapidana tersebut adalah Si Yi Chen, Matthew Norman, Scott Rush, Michael Czugaj, dan Martin Stephens. Mereka sebelumnya menjalani hukuman penjara di sejumlah lapas di Indonesia, termasuk di Lapas Kerobokan dan Bangli, Bali. Proses transfer dilakukan pada Minggu (15/12).

Menurut Yusril, para narapidana tersebut kini menjalani rehabilitasi di bawah pengawasan ketat pemerintah Australia. “Prosesnya itu rehabilitasi tetap dalam pengawasan,” imbuhnya.

Baca juga : Rupiah Pagi Ini Melemah Tipis Ke Rp 16.238

Kelompok Bali Nine ini mencuri perhatian publik sejak 2005, ketika mereka ditangkap di Bali karena mencoba menyelundupkan 8,2 kilogram heroin. 

Dari sembilan anggota, dua di antaranya, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, telah dieksekusi mati pada 2015, sementara beberapa lainnya mendapatkan hukuman bervariasi. Salah satu anggota, Tan Duc Thanh Nguyen, meninggal di tahanan pada 2018.

Baca juga : Dasco Merasa Masih Ada Ruang Pembatasan Capres

Pemulangan ini dilakukan berdasarkan kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Australia. Sebelumnya, pemerintah juga memulangkan Mary Jane dari Filipina, seorang narapidana kasus narkotika. Yusril menyebut, langkah serupa sedang dibicarakan dengan negara lain seperti Prancis.

“Pemulangan ada kemungkinan terjadi kalau disepakati,” ujarnya, tanpa menyebut detail siapa yang akan dipulangkan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.