Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bukber Pembalap 3 Djaman Satukan Pembalap Lintas Generasi
Minggu, 16 Maret 2025 16:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komunitas pembalap Indonesia dari berbagai generasi berkumpul dalam acara Bukber Komunitas Pembalap 3 Djaman yang digelar di Balai Sarwono, Jakarta, Sabtu (15/3/2025).
Acara ini menjadi ajang silaturahmi bagi para pembalap dari berbagai disiplin motorsport, mulai dari balap sirkuit, rally, offroad, hingga motocross.
Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia dan Yama Sarwono menjadi ketua pelaksaan acara ini.
Rifat mengatakan, acara ini sebenarnya merupakan tradisi tahunan yang digagas oleh para senior pembalap Indonesia. Namun, tahun ini para senior memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengorganisir acara tersebut.
“Saya bukan inisiatornya, inisiatornya adalah senior-senior pembalap Indonesia. Tapi tahun ini mereka ingin memberi kesempatan kepada angkatan muda untuk menggelar acara ini. Dengan acara ini, saya merasa tali silaturahmi antar pembalap semakin erat,” ujar Rifat.
Rifat Sungkar. (Foto: dok ist)
Baca juga : Bantu Program 3 Juta Rumah, Lippo Siapkan Desain Untuk Rumah Bersubsidi
Yang membuat acara ini unik adalah kehadiran tiga generasi pembalap, dari generasi ayah Rifat Sungkar, generasi Rifat sendiri, hingga para pembalap muda yang baru merintis karier.
“Para senior tahu bahwa dunia balap di Indonesia sudah berkembang pesat. Tapi yang mereka tidak tahu adalah bagaimana perkembangan mobil balap saat ini dan siapa saja pembalapnya,” jelas Rifat.
Dalam acara ini, Mitsubishi hadir sebagai salah satu sponsor, mengingat merek tersebut memiliki sejarah panjang di dunia balap Indonesia.
“Dulu Mitsubishi mendominasi dunia balap. Sekarang, kita melihat variasi merek mobil balap semakin banyak, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah peserta balap terbanyak di Asia. Tema rally dipilih karena kita sedang menuju WRC dalam satu atau dua tahun ke depan,” tambahnya.
Ajang Saling Mengenal Dan Berbagi Motivasi
Baca juga : Jelang Mudik Lebaran 2025, Jarak Aman Serukan Keselamatan Berkendara
Acara ini dihadiri oleh hampir 200 pembalap dari berbagai cabang motorsport, termasuk nama-nama besar dari generasi lama hingga yang baru bersinar.
“Yang ingin saya perkenalkan di akhir acara nanti adalah siapa juara Indonesia sekarang dan siapa juara Indonesia dulu. Banyak yang tahu nama-nama mereka, tapi tidak saling mengenal secara langsung. Dengan pertemuan ini, mereka bisa saling memotivasi untuk membawa olahraga otomotif Indonesia lebih maju,” ujar Rifat.
Acara ini juga terlaksana berkat dukungan dari para sponsor dan kontribusi para pembalap senior.
“Semua ini adalah hasil urunan bersama. Beberapa sponsor juga dengan cepat mendukung karena mereka tahu para pembalap yang hadir di sini pernah membawa brand mereka menjadi juara. Ini adalah bentuk take and give yang positif, dan semoga bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” tambahnya.
Saat ditanya tentang harapan untuk pembalap muda, Rifat memberikan pesan agar mereka tidak kalah dari generasi sebelumnya.
Baca juga : Mudahkan Pelanggan, DAMRI Terapkan Pembayaran QRIS Tap di JR Connexion
“Jangan mau kalah sama yang lebih tua, harus lebih hebat dari kami. Generasi sebelumnya sudah berjuang, sekarang giliran mereka. Kita punya banyak pembalap muda berbakat, seperti Yoga, Diva, Daffa, Reno, yang masih kecil-kecil tapi sudah meraih prestasi. Mereka adalah masa depan motorsport Indonesia,” kata Rifat.
Mengenai alasan mengapa ada jarak antara generasi pembalap lama dan baru, Rifat menegaskan bahwa bukan karena kurangnya semangat, melainkan perbedaan zaman dan teknologi.
“Bukan karena ada yang terputus, tapi karena perbedaan umur dan teknologi. Dulu kita balapan pakai mobil dengan atap terbuka, sekarang safety lebih utama. Perkembangan mobil juga membuat pengalaman berkendara berbeda, sehingga ada comfort zone yang berubah,” jelasnya.
Sebagai penutup, Rifat menekankan, pentingnya terus belajar dari generasi sebelumnya dan tetap berusaha mencetak prestasi.
“Kalau generasi dulu bisa berprestasi, kenapa sekarang tidak bisa? Kita harus terus berkembang dan membawa Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi di dunia motorsport,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya