Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Aprilia makin percaya diri (pede) menghadapi paruh kedua musim MotoGP 2025. Di tengah dominasi Ducati dan kebangkitan Red Bull KTM, tim asal Noale itu diam-diam menyelipkan inovasi teknis di RS-GP, dan langsung menuai hasil manis.
Marco Bezzecchi berhasil meraih podium di Sprint Race GP Belanda, akhir pekan lalu, karena motornya sudah jauh lebih stabil dan mudah dikendalikan.
Kuncinya? Sebuah perangkat kecil nan cerdas yang ditempatkan di bagian belakang kaki pembalap.
Meski sekilas tampak seperti lubang ventilasi, bentuk baru itu sejatinya adalah penstabil aerodinamis yang bertugas mengatur aliran udara saat motor melaju dalam posisi tegak maupun rebah.
Baca juga : Dimutasi Kapolri dalam Rangka Pensiun, Setyo Budiyanto Tetap Jabat Ketua KPK
“Waktu pertama kali nyoba di Mugello, saya belum merasa signifikan. Tapi di Assen, efeknya langsung terasa. Bagian belakang motor jadi lebih tenang saat masuk tikungan cepat,” kata Marco Bezzecchi seperti dikutip dari MotorSport, kemarin.
“Saat pengereman keras pun motor nggak lagi ngambang seperti sebelumnya. Saya bisa lebih percaya diri jaga racing line,” imbuhnya.
Perangkat ini sebelumnya diuji diam-diam di Mugello. Bentuknya ramping, ditempatkan di sisi dalam fairing belakang, dan berfungsi layaknya slot penyalur udara.
Tapi tak sekadar untuk mendinginkan kaki pengendara, alat ini juga memberi tekanan tambahan ke bagian belakang saat kecepatan tinggi, menjaga traksi ban dan mengurangi getaran.
Baca juga : Piala Dunia Antarklub, Inter Milan Andalkan Lapis Kedua
“Ini bukan cuma soal downforce, tapi soal rider control. Kami butuh motor yang bisa dipercaya saat masuk dan keluar tikungan cepat. Dan alat kecil itu bantu kami ke sana,” kata Aleix Espargaro, pembalap senior Aprilia.
“Saya juga merasakan suhu di bagian kaki jadi lebih bersahabat. Ini penting buat balapan panjang,” tambahnya.
Aprilia sendiri dikenal sebagai tim yang sangat serius soal aerodinamika. Di bawah arahan Fabiano Sterlacchini dan Marco De Luca, mereka menyulap RSGP jadi laboratorium bergerak.
Tidak hanya mengejar kecepatan lurus, Aprilia kini juga mengutamakan efisiensi panas dan kestabilan pengereman, dua hal yang sering dianggap “invisible advantage”.
Baca juga : Mendagri Minta Pemda Jaga Produksi Beras
“Kami tidak ingin pembalap kami berjuang sendirian di atas motor yang panas dan tidak stabil. Kami ingin mereka fokus balapan, bukan bertahan hidup,” kata salah satu teknisi aerodinamika Aprilia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya