Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Son Heung-min butuh tantangan baru setelah memberikan segalanya untuk Spurs. Meski hanya memberikan satu trofi, Son sudah melegenda bagi publik tim Ayam Jantan.
Son Heung-min bukan sekadar legenda. Dia adalah kisah yang ditulis dengan tinta kesetiaan, kerja keras, dan cinta tak bersyarat terhadap satu klub, Tottenham Hotspur.
Kini, kisah itu mendekati bab akhir. Sang kapten mengumumkan akan meninggalkan Spurs pada musim panas ini. Setelah satu dekade penuh momen manis dan pahit di London Utara.
Baca juga : MotoGP, Alex Marquez Pasrah Cuma Jadi Runner-up
“Klub menghormati dan membantu keputusan saya,” ucap Son dinukil dari Football London.
Son mempublikasikan keinginannya, di Korea Selatan atau kampung halamannya, sehari sebelum Spurs beruji coba dengan Newcastle United di Seoul World Cup Stadium.
“Ini keputusan tersulit dalam karier saya. Alasannya sederhana, saya merasa telah mencapai segalanya di Spurs. Saya butuh lingkungan baru untuk tantangan yang segar,” ucapnya.
Baca juga : Amnesti & Abolisi untuk Meredam Konflik Politik
Tak mudah membayangkan Spurs tanpa senyuman tulus dan selebrasi khas Son. Sebab, dia datang ke Inggris bukan sebagai bintang besar, tetapi seorang pemuda Asia yang minim ekspektasi, dengan bahasa Inggris seadanya dan mental baja.
“Saya datang ke London Utara sebagai anak laki-laki. Seorang bocah yang tak bisa bicara Inggris. Saya meninggalkan klub ini sebagai pria dewasa. Terima kasih untuk semua fan Spurs yang telah memberikan begitu banyak cinta,” kata Son.
Sejak bergabung dari Bayer Leverkusen pada 2015, ketika masih menginjak 23 tahun, Son begitu berjasa bagi The Lilywhites. Dalam 454 pertandingan, dia mencetak 173 gol dan menyumbang 101 assist. Dia menjadi andalan, pahlawan untuk satu lambang, ayam jantan di dada.
Baca juga : Penyegaran di Kursi Sekjen, Prabowo Tunjuk Sugiono Gantikan Muzani
Son adalah representasi Spurs yang tak kenal menyerah, walau trofi tak selalu datang. Namun, Son tidak pergi dengan tangan kosong. Dia mempersembahkan gelar pertama sekaligus terakhirnya untuk Spurs, Liga Eropa 2024/2025.
“Sudah cukup lama sejak saya memutuskan untuk pergi. Hari-hari belakangan ini sulit. Sulit untuk tetap ceria di luar, tapi saya melakukan yang terbaik agar tidak menyakiti klub atau rekan satu tim,” ungkap Son, yang juga Kapten Timnas Korea Selatan.
Spekulasi masa depan Son terus bergulir. Satu di antara rumor yang menguat adalah ketertarikan dari klub Major League Soccer, Los Angeles FC. Dengan sisa kontrak hanya 12 bulan, kemungkinan Son menyeberangi Atlantik untuk petualangan baru terbuka lebar. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya