Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Fornas NTB: Bukti Industri Olahraga Masyarakat Beri Dampak Ekonomi
Senin, 4 Agustus 2025 15:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi ditutup, Jumat (1/8). Hajatan akbar yang digelar 26 Juli–1 Agustus 2025 ini tak hanya memicu kegembiraan, tapi juga menggeliatkan perekonomian daerah.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengungkap, dari sektor tiket pesawat dan hotel saja, perputaran uang sudah mencapai Rp 150 miliar.
“Selain membawa kegembiraan, Fornas memberikan dampak ekonomi besar. Diperkirakan perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp 150 miliar,” kata Gibran saat menutup acara.
Menanggapi hal itu, Ketua Panitia FORNAS VIII NTB Ibnu Sulistyo Riza Pradipto membeberkan bahwa data dari Mas Gibran memang sudah tepat soal perputaran ekonomi dari ticketing.
Namun, untuk perputaran lainnya yang meliputi konsumsi, belanja selama di lokasi, dan juga sewa tenant serta hasil dari pameran UMKM yang mengiringi kegiatan FORNAS VIII/2025, jauh lebih besar lagi.
Baca juga : Wamenperin: Ekspornya Meroket, Industri Mamin Penopang Utama Ekonomi
"Kalau kita berhitung kasar, perputaran uang yang ada di bawah saat event ini berlangsung sekitar Rp 800 miliar," tuturnya.
'Multiple Effect' yang dihasilkan menurut Ibnu juga cukup besar. Dia mencontohkan perekonomian NTB benar-benar bergelora dengan adanya FORNAS VIII/2025 ini. Pasalnya, ada ribuan tenaga kerja yang terlibat karena adanya kegiatan tersebut. Muaranya, tentu bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Memang, geliat ekonomi tidak terfokus ke ibu kota NTB di Mataram, tetapi juga menyebar ke enam daerah lainnya seperti Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, dan Bima.
Dengan tersebarnya lokasi venue, maka potensi pemerataan perputaran keuangan juga terjadi. Sebab, dalam catatan Ibnu, banyak tenant di luar pameran UMKM yang juga mendapatkan berkah.
Radius keramaian karena kegiatan Fornas itu sekitar 1 kilometer dari venue. Dengan keramaian yang terasa, maka bukan hanya tenant resmi UMKM yang mendapatkan rezeki, tetapi pedagang kaki lima lain yang mangkal di sekitaran jalan yang dilalui maupun tempat parkir kendaraan, juga ramai dikunjungi.
Baca juga : Kopdes Solusi Masalah Perekonomian Rakyat
Ibnu membeberkan, terjadinya lonjakan jumlah orang yang terlibat pada kalender event akbar nasional dua tahunan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
Semula, diperkirakan hanya mencapai 18.000 orang dengan rincian 12.387 penggiat pertandingan, 3.870 perangkat pertandingan dan ofisial dari 38 Provinsi yang akan datang ke Kepulauan Sunda Kecil. Namun, jumlah itu melonjak mencapai dua kali lipat lebih.
“Luar biasa. Semula diperhitungkan hanya 18 ribu orang tetapi kini sudah dua kali lipat lebih yakni mencapai 42.000 dengan 18.000 pegiat, ofisial, pengurus acara, penonton, pendukung, tim media, dan wisatawan lokal yang hadir. Jumlah ini yang tidak pernah terekspos sebelumnya,” tuturnya.
Dengan kehadiran 42 ribu orang, belanja mereka jika diprediksi selama beberapa hari itu mencapai Rp 3 juta, maka sudah ratusan miliar dikeluarkan. Belum lagi, kehadiran masyarakat sekitar venue dan juga pengunjung yang berasal dari kabupaten lain. "Memang, ini betul bisa menggerakkan perekonomian," tuturnya.
Di sisi lain, Menpora Dito Ariotedjo menyebut saat ini olahraga sebagai gaya hidup makin terlihat. Dia menilai, itu bisa meningkatkan kesehatan masyarakat, mengelaborasi Industri olahraga dan pariwisata, kemudian bisa mendongkrak ekonomi dan muaranya kesejahteraan masyarakat.
Baca juga : Pertamina Eco RunFest 2025 Siap Digelar, Ajak Masyarakat Dukung Energi Bersih
"Saya takjub melihat FORNAS yang bisa digelar dengan luar biasa. Ini bisa menjadi pemicu geliat ekonomi di daerah," ungkapnya.
Deputi Bidang Industri Olahraga Raden Isnanta menambahkan, ketakjuban menteri juga sama dengan yang dirasakannya. Jika dikelola dengan maksimal, dikemas apik, dan dipromosikan dengan maksimal, ekosistem Industri Olahraga Masyarakat ini ternyata juga bisa memberikan efek yang bagus.
"Ekosistem olahraga masyarakat, bisa menggerakkan industri olahraga. Buktinya, dengan perputaran ekonomi yang sekitar Rp800 miliar, membuat daerah bisa merasakan efek positifnya," tegas Isnanta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya