Dark/Light Mode

Erick Thohir: Pemain Keturunan Bebas Tentukan Karier, Jangan Dibully

Senin, 18 Agustus 2025 16:48 WIB
Ketua Umum PSSI Erick Thohir. (Foto: PSSI)
Ketua Umum PSSI Erick Thohir. (Foto: PSSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan, tidak ada masalah jika pemain keturunan memilih berkarier di kompetisi dalam negeri. Saat ini, sejumlah pemain diaspora seperti Jordi Amat, Jens Raven, dan Rafael Struick sudah bergabung dengan klub Indonesia Super League.

Adapun, Jordi Amat kini berseragam Persija Jakarta, Jens Raven memperkuat Bali United, dan Rafael Struick bermain di Dewa United. Ketiganya merupakan langganan Timnas Indonesia, meski Raven masih berada di kelompok umur.

Baca juga : Erick Thohir: Lagu Kebangsaan Domain Publik, PSSI Hormati Hak Cipta

Fenomena pemain keturunan ini menuai pro dan kontra di kalangan suporter. Sebagian menyayangkan karena menilai pemain keturunan sebaiknya tetap berkarier di luar negeri, sementara yang lain mendukung demi menambah menit bermain, khususnya bagi pemain muda seperti Raven dan Struick.

"Opini publik harus kita hormati. Ada perbedaan di suporter, itu hal wajar. Yang terpenting, setiap pemain punya hak menentukan jalan kariernya. Pastinya menit bermain jadi tujuan utama agar kemampuan mereka terus berkembang," ujar Erick dalam program d’Hattrick dikutip Senin (18/8/2025).

Baca juga : Erick Thohir Berduka, Mantan Manajer Timnas Indonesia IGK Manila Berpulang

Terkait peluang di Timnas, Erick memastikan semua pemain tetap memiliki kesempatan, baik yang bermain di Eropa, Asia, maupun liga dalam negeri. 

"Di liga ada aturan pemain U-23 wajib main 45 menit, bahkan di Liga 2 pemain U-21 bisa sampai 90 menit. Ini positif agar liga dan timnas saling bersinergi," jelasnya.

Baca juga : Eks Pejabat Kementerian ESDM Bantah Terima Suap Rp 1 M Dari Pengusaha Batu Bara

Erick mencontohkan keputusan Sandy Walsh yang hijrah dari Yokohama F. Marinos ke Buriram United demi menambah jam terbang, atau Rafael Struick yang sempat bermain di Brisbane sebelum kembali ke Indonesia.

"Pemain di Eropa memang kita idamkan, tapi yang main di Asia, Asia Tenggara, bahkan Indonesia juga patut diapresiasi. Semua punya nilai masing-masing. Yang penting, jangan sampai pemainnya dibully," tegas Erick.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.