Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Inter lebih mendominasi, tapi Juventus lebih efisien dengan empat tembakan tepat sasaran yang semuanya berbuah gol. Inter butuh belajar mengelola momen kemenangan.
Derby d’Italia jilid pertama musim ini milik Juventus. Si Nyonya Tua mengalahkan Inter Milan 4-3 dalam duel sengit di Turin, Italia, dinihari kemarin. Juventus mencetak gol melalui Llyod Kelly (14’), Kenan Yildiz (38’), Khephren Thuram (82’), dan gol penentu dari Vasillije Adzic (90+1’).
Baca juga : Kejuaraan Dunia Senior BWF 2025, Hendra Setiawan Borong Dua Emas
Sementara itu, Inter sempat menyamakan kedudukan dan bahkan berbalik unggul berkat dua gol dari Hakan Calhanoglu (30’, 65’) serta satu torehan dari Marcus Thuram (76’).
Dengan hasil ini, Juventus belum terkalahkan dengan 9 poin. Sebaliknya Inter terjerembab dengan hanya meraih 3 poin. Meski secara statistik Inter lebih mendominasi dengan 60 persen penguasaan bola dan 18 tendangan, Juventus menunjukkan efisiensi dengan empat tembakan tepat sasaran yang semuanya berhasil menjadi gol.
Baca juga : 142 Negara Dukung Palestina Merdeka
Pelatih Juventus Igor Tudor menyebut laga ini sungguh gila. “Saya tidak tahu apakah kami pantas menang. Yang jelas, kami sangat senang bisa mengalahkan tim hebat dengan kualitas luar biasa di pertandingan penuh gol ini,” bebernya.
Tudor menjelaskan keputusannya memainkan Adzic dari bangku cadangan sebagai langkah yang tepat. “Kami sudah bekerja dengannya lima sampai enam bulan. Dia punya tendangan jarak jauh yang jarang ada di sepak bola,” tutur eks pelatih Lazio dan Marseille itu.
Baca juga : Airlangga-Purbaya-Rosan Trio Kebut Pembangunan
Sebaliknya, pelatih Inter Cristian Chivu menilai anak asuhnya sudah cukup baik. “Kami harus menghapus masa lalu agar tenang. Kami tampil dengan inisiatif, karakter, mencoba menang, tapi kehilangan ketajaman di sepuluh menit terakhir,” beber Chivu.
Inter sempat unggul, sebelumnya akhirnya Juve bangkit di menit akhir. “Jika Anda sudah habiskan banyak energi untuk membalikkan keadaan, Anda harus mengontrol situasi dengan cara berbeda. Kami harus belajar mengelola momen,” dalih eks pelatih Parma itu. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya