Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Swedia Pesta Gol 5-1 ke Gawang Tunisia
- S3 Ilmu Hukum Universitas Borobudur Tawarkan Pendidikan Berkualitas Berstandar Internasional
- PLN EPI Dorong CBG dari Limbah Sawit untuk Kurangi Emisi dan LNG
- Khofifah Ajak Alumni FH Unair Buka Peluang Magang Bagi Mahasiswa
- Tampung 245.980 Murid Baru, Disdik DKI SPMB Objektif, Transparan dan Inklusif
Timnas U-17 Putri Gagal Ke Piala Asia: Ini Proses Pembelajaran
Minggu, 19 Oktober 2025 05:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17, Timo Scheunemann, menilai kekalahan 0-1 dari Myanmar pada laga Kualifikasi Piala Asia Putri U-17 2026 sebagai pelajaran berharga bagi para pemain muda Garuda Pertiwi Muda.
Dalam laga di Thuwunna Stadium, Yangon, Jumat (17/10/2025), Indonesia sebenarnya tampil dominan dan banyak menguasai bola.
Namun, peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol, sementara Myanmar justru mampu memanfaatkan satu momen untuk mencetak gol kemenangan.
Baca juga : Tiga Resep Utama Jaga Keandalan Kilang Balongan: Titeni, Openi, Telateni
“Ini kekalahan yang berat, tapi penuh pembelajaran,” ujar Timo. “Kekalahan paling menyakitkan adalah ketika kamu seharusnya menang, tapi kalah karena penampilan sendiri. Itulah yang terjadi hari ini.”
Meski kecewa, Timo tetap memberi apresiasi terhadap semangat juang anak asuhnya. Ia menilai kekalahan ini bagian dari proses pembentukan karakter tim yang masih sangat muda.
“Kami seharusnya bisa menang kalau tampil maksimal. Tapi inilah sepak bola usia muda, naik-turun itu bagian dari proses,” tegasnya.
Baca juga : Gagal Ke Piala Dunia, Rizky Ridho dan Jordi Diminta Fokus ke Persija
Timo juga menegaskan bahwa kekalahan bukan akhir dari segalanya. Ia ingin para pemain belajar untuk tidak mencari alasan, tidak menyalahkan siapa pun, dan berani mengakui ketika tampil di bawah performa.
“Yang penting mereka belajar dan berani bertanggung jawab. Itu satu-satunya cara untuk berkembang,” katanya.
Menurut Timo, sebagian besar pemainnya masih berusia belasan tahun, bahkan ada yang baru 14 tahun. Karena itu, pengalaman dan kematangan akan tumbuh seiring waktu dan kesempatan bertanding.
Baca juga : Wakil Eropa Pertama Yang Lolos Ke Piala Dunia 2026, Inggris Sapu Bersih Lawan
“Kami baru di awal. Kuncinya adalah kesabaran. Kami akan terus bekerja membangun fondasi yang kuat untuk masa depan sepak bola putri Indonesia,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya