Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Chelsea Gebuk Charlton Athletic, Awal Manis Liam Rosenior
Senin, 12 Januari 2026 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rosenior percaya bahwa Chelsea dapat meniru prestasi skuad legendaris Manchester United. Tanpa keberanian, mustahil tim anak muda bisa meraih trofi.
Chelsea memastikan langkah ke putaran keempat Piala FA 2025/2026 setelah menghancurkan Charlton Athletic dengan skor 5-1 di The Valley, Inggris, kemarin. Chelsea yang tampil dominan sempat kesulitan membongkar pertahanan tim divisi tiga Liga Inggris tersebut. Namun, gol spektakuler Jorrel Hato di akhir babak pertama mencairkan segala ketegangan.
Usai turun minum, Chelsea tampil lebih lepas. Hasilnya, empat gol pun tercipta dari Tosin Adarabioyo, Marc Guiu, Pedro Neto, dan Enzo Fernandez. Satu-satunya gol hiburan Charlton tercipta lewat Miles Leaburn.
Baca juga : Dobrak Stigma Negatif Kesejahteraan, Erick Godok Skema Dana Pensiun Atlet
Ini kemenangan perdana Chelsea di bawah asuhan Liam Rosenior, sejak pelatih berusia 41 tahun itu diresmikan sebagai suksesor Enzo Maresca pada Selasa lalu. Ini juga memutus rentetan lima laga tanpa kemenangan yang diderita The Blues sejak sebelum Natal tahun lalu.
Rosenior langsung dihadapkan tugas berat menghadapi Arsenal di leg pertama Semifinal Carabao Cup pada Kamis (15/1/2026). Selanjutnya, menjalani debut Premier League melawan Brentford pada Sabtu (17/1/2026).
Sebelumnya, eks pelatih Strasbourg itu percaya Chelsea dapat meniru Class of ‘92 Manchester United (MU) yang legendaris saat mereka mengejar kebijakan menargetkan trofi dengan pemain muda. Musim ini, Chelsea memiliki skuad termuda di Liga Inggris, Tosin Adarabioyo ialah anggota tertua berusia 28 tahun.
“Saya dulu penggemar Manchester United. Sekarang saya sangat mengagumi Chelsea,” ungkap Rosenior.
“Saya ingat Sir Alex Ferguson (eks manajer MU) cukup berani untuk memasukkan enam atau tujuh pemain berusia antara 19 dan 21 tahun ke dalam tim yang memenangi gelar, karena dia percaya kepada mereka,” bebernya.
Rosenior menambahkan, Chelsea juga memiliki pemain yang bisa membimbing meski masih terbilang muda. Sama seperti Class of ‘92 MU yang dibimbing oleh para profesional senior seperti Peter Schmeichel, Roy Keane, Eric Cantona, dan Steve Bruce. “Yang mereka lakukan adalah berkembang dan memenangi trofi . Tanpa keberanian, hal itu mustahil terjadi,” ulasnya.
Baca juga : Dasco Langsung Telepon Prabowo, Urusan Lancar
“Tidak ada alasan mengapa saya tidak bisa melakukan hal yang sama di sini,” tutup Rosenior. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya