Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Legenda bulutangkis Indonesia, Susi Susanti, mengaku sangat prihatin setelah mendengar kabar dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang menimpa atlet putra dan putri cabang olahraga panjat tebing di lingkungan pelatihan nasional.
Sebagai mantan atlet yang pernah berjuang mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional, Susi memahami betul pengorbanan yang harus dilakukan para atlet selama menjalani program latihan di pelatnas. Menurutnya, para atlet mendedikasikan hidup mereka dengan menjalani latihan intensif demi satu tujuan, yakni mempersembahkan prestasi bagi Indonesia.
Karena itu, ia menilai lingkungan pelatnas harus menjadi tempat yang aman, kondusif, serta mendukung perkembangan atlet secara maksimal.
Baca juga : Rajiv Bagikan 30.000 Paket Sembako Di Bandung
Keprihatinan Susi muncul karena harapan tersebut justru tercoreng oleh dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh mantan pelatih kepala cabang olahraga panjat tebing.
“Saya sangat prihatin atas kejadian yang menimpa atlet kita. Atlet adalah aset bangsa yang harus dijaga, dilindungi, dan diberikan ruang aman untuk berkreasi dan berkembang. Mereka berlatih keras demi mempersembahkan gelar untuk Indonesia bahkan mengangkat nama bangsa di kancah internasional, maka sangat menyedihkan jika pengabdian mereka ternoda oleh kekerasan seperti ini,” ujar Susi.
Peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 itu juga mengapresiasi langkah cepat Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, yang memberikan dukungan kepada para atlet korban untuk menempuh jalur hukum serta memastikan perlindungan bagi mereka yang melaporkan kasus tersebut.
Baca juga : Menlu Sugiono Minta Perwakilan RI Timur Tengah Prioritaskan Pelindungan WNI
Susi menilai keputusan membuka saluran pengaduan bagi atlet korban kekerasan seksual merupakan langkah penting untuk melindungi para atlet di lingkungan olahraga nasional.
“Saya mengapresiasi langkah dan komitmen Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang menunjukkan keberpihakan pada perlindungan atlet. Respons cepat dan keseriusan pemerintah sangat penting agar korban mendapatkan keadilan dan agar kasus serupa tidak kembali terjadi,” tambahnya.
Susi juga berharap seluruh pihak yang terlibat dalam dunia olahraga memiliki integritas untuk menjaga keamanan dan kenyamanan atlet, baik saat menjalani pelatnas maupun ketika mengikuti kejuaraan di berbagai negara.
Baca juga : Menag Minta Maaf, Tegaskan Zakat Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan
“Setiap atlet tentu membutuhkan bimbingan dan dukungan dari support system yang mengelilinginya dalam pelatnas, ataupun saat mengikuti kejuaraan di suatu negara. Sangat disayangkan jika ada sosok di sekitar atlet yang mencederai kepercayaan ini. Maka kita semua yang terlibat dalam dunia olahraga harus sama-sama menjaga integritas dan punya semangat untuk memberikan perlindungan kepada atlet,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya