Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Festival Panjat Tebing 2026
IMS Jakarta Cetak Bibit Atlet Boulder Sejak Dini
Selasa, 7 Juli 2026 06:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Prestasi atlet Indonesia di cabang olahraga panjat tebing perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Namun tidak mudah untuk mencetak atlet berkelas internasional, karena butuh proses yang panjang sejak usia muda. Maka dari itu, kemampuan atlet berbakat harus terus diasah, salah satunya melalui kejuaraan.
Dalam mengembangkan potensi atlet usia muda, klub panjat tebing IMS Jakarta menggelar kegiatan bertema “Festival Panjat Tebing Kelompok Umur 2026,” di Jakarta International Climbing Wall Park di Cakung, Jakarta Timur, pada 3-5 Juli 2026.
Ketua pelaksana kegiatan Saiful Bahri menuturkan, ini kali keenam IMS Jakarta menggelar kejuaraan panjat tebing. Lomba yang diikuti 260 peserta dari berbagai daerah seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Ada dua nomor perlombaan yakni boulder dan speed dengan kategori U-11, U-13, U-15, dan U17. Selain medali dan sertifikat, peserta yang berhasil meraih gelar juara juga mendapat uang pembinaan. Total hadiah mencapai 16 juta.
“Peserta berasal dari berbagai wilayah, kegiatan ini sebagai upaya klub menggali potensi-atlet-atlet panjat tebing Indonesia untuk terus berkompetisi,” kata Saiful di Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Sekretaris Umum Pengurus Kota Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jakarta Timur Reza Pahlevi berharap seluruh peserta lomba untuk bersemangat dan memberikan hasil maksimal dari hasil latihan yang telah dilakukan selama ini.
Baca juga : Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia, Jakarta Lebih Unggul dari Washington D.C
“Tetap semangat mengejar prestasi. Jangan jumawa saat juara, jangan berkecil hati kalau belum juara, tetap semangat,” ujarnya.
Dukungan yang sama juga diberikan Sekretaris Umum FPTI Provinsi Jakarta Sandi Budiansyah. Menurutnya, festival yang digelar IMS Jakarta ini lebih dari kompetisi, tapi sekaligus pembinaan karakter atlet menuju mental juara, menjunjung tinggi sportivitas, dan disiplin.
Kompetisi membuka peluang melahirkan atlet-atlet yang membanggakan cabang olahraga panjat tebing Indonesia di ranah internasional.
“Semoga perlombaan ini menjadi momentum melahirkan atlet-atlet yang membanggakan panjat tebing Indonesia di mata dunia. Sebagai ajang pencarian bakat, dan bibit atlet yang bisa membanggakan klub, daerahnya, dan indonesia,” katanya.
Sandi berharap ke depan IMS Jakarta dapat berkolaborasi dengan FPTI untuk bersama menggelar kejuaraan panjat tebing. Bersama menggali potensi atlet-atlet panjat tebing untuk melesat lebih jauh meraih prestasi tingkat internasional.
Pada kesempatan yang sama Binpres FPTI DKI Jakarta Puji Lestari menyebut kegiatan lomba panjat tebing IMS Jakarta ini berdampak positif terhadap pembinaan atlet. Kejuaraan yang yang dibagi dalam kelompok umur 11-17 tahun ini sebagai wadah pembinaan atlet usia dini.
Baca juga : Gelar Rosiade Padel Tournament Series-2, Andre Siapkan Bibit Atlet untuk Asia Games
“Ini artinya IMS Jakarta membangun bibit-bibit atlet usia dini sebagai generasi penerus yang akan menggantikan atlet-atlet senior,” ujar eks atlet panjat tebing Indonesia yang meraih medali perak di ajang Asian Games 2018 itu.
Puji menekankan, olahraga panjat tebing tak sekedar melatih fisik, tapi juga problem solving. Setiap atlet dituntut untuk mencari solusi dari setiap jalur yang dipanjat. Sedangkan dengan mengikuti kejuaraan, atlet usia dini dapat berlatih dalam membangun sportifitas, saling berinteraksi, dan menghargai.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini, semoga dapat menjaring bibit-bibit untuk masa depan generasi penerus bangsa khususnya di cabang olahraga panjat tebing,” imbuhnya.
Atlet pemenang ajang kejuaraan dunia panjat tebing 2022 seri Jakarta Aspar Jaelolo mengapresiasi kegiatan yang digelar IMS Jakarta. Kejuaraan panjat tebing kali keenam yang diselenggarakan IMS Jakarta ini membuka kesempatan bagi atlet usia anak untuk berkompetisi.
“Ini luar biasa, semoga menjadi ajang tahunan IMS Jakarta dan mengalir banyak dukungan dari pemerintah khususnya pemerintah provinsi DKI Jakarta,” sebut peraih medali perunggu di kejuaraan panjat tebing dunia di Rusia tahun 2019 silam itu.
Pendiri sekaligus Ketua IMS Jakarta, Choirul “Keceng” Toyifan, menjelaskan festival panjat tebing ini digelar untuk mewadahi atlet usia anak untuk bertanding di nomor boulder. Sebab, lomba panjat tebing kategori boulder untuk anak jarang dipertandingkan. Bahkan IMS Jakarta baru kali ini membuat kejuaraan kategori boulder dan speed.
Baca juga : Lepas Pelari JAKIM 2026, Gubernur Pramono: Jakarta Destinasi Sport Tourism Dunia
“Tujuannya utamanya membuat ‘stok’ atlet lah istilahnya dari yang kecil-kecil agar terbiasa. Karena Indonesia selalu ketinggalan di boulder, padahal talenta atlet usia anak ini bagus-bagus,” ujarnya.
IMS Jakarta menyiapkan lomba ini dalam waktu 3 bulan. Persiapan lomba ini digarap sendiri IMS Jakarta. Para orang tua atlet IMS Jakarta saling bekerjasama dan berkolaborasi untuk merencanakan, menyiapkan dan melaksanakan kejuaraan ini.
Sekalipun pelaksanaan kejuaraan ini sempat menghadapi masalah miskomunikasi terkait surat perizinan dengan pengurus pusat FPTI DKI Jakarta, tapi secara umum kegiatan berjalan sukses dan lancar.
Para pemenang (juara I) putra dan putri Festival Panjat Tebing Kelompok Umur 2026 IMS Jakarta terdiri dari Boulder U-11 Dino Pramana Dipa (WPSCC/SD MIN 1 Palembang) dan Naila Karamaya (CSC Jakarta). Boulder U-13 Muhammad Tsani Ramadhan (ECC/SDN Ujung 13/38 Surabaya) dan Kayla Assyifa Hariyanto (Young Climber).
Boulder U-15, Raden Rizky Ragil Putra Widarto (RHC Sport Climbing) dan Aldila Siti Nahda (PPOP DKI Jakarta). Boulder U-17, Putra Fandira Al Hafidzi (SMPN 30 Depok) dan Ibni Balqis Larasati Wardhana (ECC Bandung). Speed U-11 putra dan putri yakni Bimasena Rahmanu Putra Arvianza (Young Climbers) dan Haniah Syakira Taufik (WPSCC).
Speed U-13, Muhammad Diyas Zakaria (Cicapora Sport Climbing) dan Kayla Assyifa Hariyanto (Young Climbers). Speed U-15, Faqih Abdurrahman Sholeh (IMS Jakarta) dan Aliya Ibadil Kirom (PPOP Jakarta). Speed U-17, Aleandra Putra Asmoro (Surockboyo Climbers' Family / SMAN 16 Surabaya) dan Qurrota Aini Ayuningdyah (ECC Surabaya).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya