Dark/Light Mode

Takut Ketularan Corona, Korut Absen Olimpiade Tokyo

Selasa, 6 April 2021 12:28 WIB
Cincin Olimpiade Tokyo 2021. (Foto : Istimewa)
Cincin Olimpiade Tokyo 2021. (Foto : Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Khawatir para atletnya ketularan virus Corona, Kementerian Olahraga Korea Utara mengumumkan, mereka tidak akan mengirim perwakilan untuk ikutan Olimpiade Tokyo.

Olimpiade yang sempat tertunda akibat lonjakan pandemi Covid-19, akan dilaksanakan mulai 23 Juli dengan hanya melibatkan atlet dan tanpa penonton dari luar negeri.

Berita Terkait : Warga Asing Dilarang Datang Ke Jepang Buat Nonton Olimpiade Tokyo

Meski Negeri Sakura sudah menegaskan akan menerapkan aturan yang ketat untuk pencegahan Covid-19, pemerintahan Korut ingin melindungi para atlet mereka. Negara tersebut sejauh ini belum melaporkan satu pun kasus Covid-19, meski sudah mengarantina banyak warganya.

Keputusan tersebut dibuat berdasarkan pertemuan Komite Olimpiade Korut yang diadakan pada 25 Maret lalu. Menteri Olahraga Korut Kim Il-guk hadir dalam pertemuan itu.

Baca Juga : Ini Jurus BI Percepat Ekonomi Dan Keuangan Digital

Dikutip Reuters, Selasa (6/4), Kementerian Olahraga Korut menyatakan komite dengan bulat memutuskan tidak mengirim atlet ke Olimpiade Tokyo demi melindungi atlet dari ancaman krisis kesehatan global akibat Covid-19.

Meski tidak berpartisipasi dalam pesta olahraga itu, kementerian tetap akan memfokuskan kinerja untuk menggodok cara-cara mengembangkan teknologi olahraga profesional, memperoleh medali di cabang olahraga dalam kompetisi internasional, serta mempromosikan kegiatan olahraga publik selama 5 tahun ke depan.

Baca Juga : KPK Bidik Pihak-Pihak yang Diduga Kecipratan Duit Korupsi Cukai di Bintan

Beberapa kalangan menilai keputusan itu dapat memupuskan harapan Korea Selatan (Korsel) bahwa Olimpiade dapat menjadi katalis untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai yang terus tertunda.

Diketahui, Olimpiade Tokyo seharusnya digelar pada 23 Juli-8 Agustus 2020, namun terpaksa ditunda hingga 2021. Hal itu lantaran pemerintah Jepang masih berupaya mengendalikan penyebaran virus Corona, salah satunya dengan menetapkan keadaan darurat di beberapa wilayah. [DAY]