Dark/Light Mode

Menpora Getol Perjuangkan Pencak Silat Masuk Olimpiade

Jumat, 4 Juni 2021 10:25 WIB
Aksi pesilat Indonesia di ajang Asian Games 2018. (Foto : Istimewa)
Aksi pesilat Indonesia di ajang Asian Games 2018. (Foto : Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan, cabang olahraga pencak silat tidak akan dipertandingkan lagi di Asian Games. Dengan demikian, torehan medali emas Indonesia akan berkurang. “Nanti jangan kaget kalau prestasi kita menurun di Asian Games karena pencak silat tidak lagi dipertandingkan,” ungkap Amali dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, kemarin.

Kendati begitu, pihaknya akan mendorong cabor pencak silat masuk sebagai cabor di Olimpiade. Sebab, kata Amali, bila sudah dipertandingkan di Olimpiade tentu akan lebih mudah dipertandingkan di Asian Games.

Berita Terkait : Pecahkan Rekor Dunia, Veddriq Dan Kiromal Tatap Olimpiade Tokyo

Dalam rapat tersebut, Amali menjelaskan, pihaknya telah menemui Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI) Prabowo Subianto. Kemenpora dan IPSI rencananya akan membuat kampanye besar-besaran ke berbagai negara untuk mempopulerkan pencak silat sebagai olahraga bela diri, dan bukan sebagai budaya.

“Kita akan membuat video gerakan-gerakan silat yang lebih ke arah olahraga. Sebab, kalau dia budaya, maka Internasional Olympic Committee (IOC) agak keberatan, karenanya kita dorong ke arah bela diri,” ungkap Amali.

Berita Terkait : Dipuji Menpora, Lifter Rizky Bakal Masuk Tim Senior

Dari komunikasi yang dilakukannya dengan Prabowo, Amali mengaku IPSI bersedia melakukan pembuatan video. Bahkan, dia menyebutkan nantinya Prabowo akan memberi- kan pengantar dalam bentuk video juga. Rencananya, video-video tersebut akan dikirim ke seluruh kedutaan besar Indonesia sebagai bagian dari kampanye.

Untuk itu, pihaknya telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Luar Negeri untuk mempopulerkan pencak silat sebagai bela diri di luar negeri. Selain itu, Amali juga menegaskan, selain kampanye tersebut pihaknya telah mendorong agar tidak bergantung kepada salah satu cabor prestasi semata untuk menunjang prestasi nasional di mancanegara. [KW]