Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pengalaman Olimpiade Tokyo, NOC Indonesia Pelajari Sistem Olahraga Dunia

Senin, 2 Agustus 2021 10:53 WIB
Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (tengah). (Foto: NOC Indonesia)
Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (tengah). (Foto: NOC Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menimba banyak pelajaran di Olimpiade 2020 Tokyo. Selain mengamati konsep penyelenggaraan di masa pandemi Covid-19, lembaga non-pemerintah (NGO) pimpinan Raja Sapta Oktohari ini juga mengamati sistem pembinaan olahraga seluruh NOC di dunia.

Okto, sapaan Raja Sapta, mengatakan Olimpiade Tokyo menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia. Sebab, multi event olahraga empat tahunan paling prestisius se-dunia ini

Berita Terkait : Atlet, Pelatih Dan Ofisial Semua Dapat Bonus Meski Tak Raih Medali

“Penyelenggaraan multi event, tak cuma Olimpiade, itu kan menghasilkan legacy, di mana legacy. Tapi, legacy itu dibangun dari sistem. Jadi NOC Indonesia saat ini berusaha membangun sistem yang kelak dapat menjadi acuan untuk ke depannya,” ujar Okto, Senin (2/8).

Okto yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Konfederasi Balap Sepeda Asia (ACC) ini menerangkan, NOC Indonesia langsung memelajari dengan seksama segala kompenen dalam penyelenggaraan Olimpiade. Baik sistem olahraga, pembinaan atlet, pelatih, wasit, penyelenggara event, hingga venue.

Berita Terkait : Bulan Ini, Indonesia Terima 45 Juta Dosis Vaksin Covid

“Apabila sewaktu-waktu Indonesia menjadi penyelenggara multi event international, kita sudah siap,” ujar Okto.

Okto mengatakan Kemenpora sudah memiliki cetak biru yang menetapkan Olimpiade mnejadi tujuan akhir pembinaan prestasi. "Kami juga melihat bagaimana pembinaan prestasi negara-negara yang datang dengan Kontingen Besar,”ujar Okto.
 Selanjutnya