Dark/Light Mode

Tumbangkan Aceh, Emas Sepakbola PON Milik Tuan Rumah

Kamis, 14 Oktober 2021 20:05 WIB
Laga final sepakbola Papua versus Aceh di ajang PON Papua. (Foto : PB PON)
Laga final sepakbola Papua versus Aceh di ajang PON Papua. (Foto : PB PON)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim sepak bola putra Papua meraih  medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua seusai mengalahkan Aceh 2-0 dalam partai final di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Kamis (14/10) sore.

Dua gol Papua diciptakan oleh Ricky Ricardo Cawor saat Aceh harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain karena kartu kuning kedua gelandang Muharrir.   

Situasi 11 vs 10 itu memudahkan tugas Papua untuk menjaga keunggulan 2-0 itu bertahan hingga peluit tanda bubaran.  

Dengan kemenangan tersebut, tuan rumah sukses mengamankan medali emas sepak bola putra PON Papua, sementara Aceh harus puas dengan perak. 

Sedangkan medali perunggu diraih oleh Jawa Timur yang dalam laga lebih awal mengalahkan Kalimantan Timur 3-2 lewat babak tambahan waktu.

Berita Terkait : Papang Ramadhani Hattrick Emas Gulat Kelas 130 Kg

Bagi Papua ini emas ketiga mereka selama berkiprah di pesta empa tahunan itu. Yakni  PON 1993 di Jakarta dan 2004 di Sumatera Selatan.

Di hadapan publik Stadion Mandala  anak-anak asuh Eduard Ivakdalam tampil percaya diri untuk menekan Aceh sejak sepak mula.  

Hasilnya, belum genap empat menit laga berlangsung Papua mendapatkan hadiah tendangan penalti setelah wasit Fariq Hitaba menyatakan bek Aceh Rezal Mursalin melakukan pelanggaran handball di dalam area terlarang.  

Ricky Cawor dengan percaya diri mengemban tugas sebagai algojo untuk memperdaya kiper Chairil Zul Azhar dan membuka keunggulan Papua atas Aceh. Papua terus memegang kendali dan setelah Rafiko B. Nawipa gagal menyambut umpan tarik tajam, mereka sukses menggandakan keunggulan lewat gol kedua Ricky Cawor di final ini.  

Pemain asal Merauke itu memenangi perebutan bola  sebelum merangsek hingga di daerah kotak penalti dan melepaskan tembakan yang sukses melesak ke gawang, mengubah kedudukan jadi 2-0 pada menit ke-23.   

Berita Terkait : Angel Yus, Lengkapi Tujuh Emas DKI Dari Cabor Renang

Upaya Aceh untuk bangkit dari keadaan kian dipersulit oleh diri mereka sendiri lantaran gelandang Muharrir melakukan pelanggaran berujung kartu kuning kedua dari wasit Fariq Hitaba. Aceh praktis harus menuntaskan laga dengan situasi 10 vs 11 sejak menit ke-64.  

Ketimpangan jumlah pemain membuat Papua kian leluasa menguasai pertandingan dan berusaha membongkar pertahanan Aceh, namun sayang upaya-upaya serangan yang dilancarkan gagal membuahkan gol tambahan hingga peluit tanda laga usai berbunyi.

Ketua Asprov PSSI Papua Benhur Tomi Mano atau BTM mengaku sangat bangga kepada para pemain futsal dan sepak bola putra dan putri atas pencapaian mereka, untuk mengawinkan gelar dengan menjuarai Pekan Olahraga Nasional PON XX Tahun 2021.

”Puji Tuhan ini semua berkat dukungan dan doa dari semua masyarakat Papua yang sudah mendoakan kami selama PON berlangsung, dan ini hasil kerja keras dari semua pelatih dan pemain kita,” ujar Benhur Tomi Mano di Stadion Mandala, Kamis (14/10/2021).

Tim Sepak Bola PON Papua diketahui pernah menjadi juara sepak bola pada pagelaran PON sejak era 1993 di Jakarta pada zaman Provinsi Irian Jaya, dengan kapten tim Ferdinando Fairyo, dan pernah mengalahkan Aceh 6-3 di partai final saat itu.

Berita Terkait : Renang DKI Sumbang 3 Emas, 1 Perak Dan 2 Perunggu

Di era 2004 PON Palembang, saat itu Boaz Solossa dan kolega juga berhasil menyumbangkan medali emas dengan meraih juara bersama Jawa Timur.

Kini, Papua saat PON XX 2021, dengan kapten Ricky Cowor kembali menyumbangkan medali emas bagi Papua setelah mengalahkan Aceh di partai final dengan skor 2-0, Kamis sore (14/10/2021).

BTM juga sangat berterima kasih karena melalui persiapan yang cukup lama Papua boleh meraih presrtasi yang laur biasa. Persiapan yang memakan waktu lama dilalui dengan baik meski dalam situasi pandemi covid-19.

“Persiapan kita memang cukup panjang. Namun ini prestasi yang sangat luar bias. Saya bangga kepada semua anak-anak saya yang sudah bermain dan bisa kita kawinkan gelar bagi Tanah Papua," ujarnya. [WUR]