Dark/Light Mode

Soal Sanksi WADA, Aria Bima: Menpora Berprestasi, Kok Dimaki-maki

Rabu, 20 Oktober 2021 20:14 WIB
Politisi asal PDIP, Aria Bima. (Foto : Ist)
Politisi asal PDIP, Aria Bima. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Soal Merah Putih yang tak berkibar di ajang Piala Thomas 2020 gegara Sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) terhadap Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) menjadi perhatian banyak pihak. 

Salah satunya dari politisi PDIP Aria Bima. Dia meminta sanksi dari WADA ini segera diselesaikan karena menyangkut soal negara. "Kami meminta pihak yang berwenang untuk melakukan investigasi dengan tuntas, karena ini bukan hanya persoalan ego sektoral, namun juga sudah menyangkut masalah negara," kata politisi PDIP Aria Bima dalam keterangan resminya, Rabu (20/10).

Menurut Aria Bima, tidak berkibarnya bendera Merah Putih di ajang internasional bukan perkara enteng. Ini menyangkut kehormatan negara Indonesia. 

Baca juga : Sanksi WADA, Menpora Yakin Tim Akselerasi Gercep Selesaikan Masalah

"Ini mempermalukan simbol-simbol negara dan ini ranahnya bisa pidana loh, ranah hukum. Ini bukan masalah kecil, karena dampaknya membawa kehormatan negara, sehingga perlu dicek," tegasnya.

Atas peristiwa tersebut, pihaknya mendukung apa yang dilakukan Menpora Zainudin Amali atas kasus itu termasuk apresiasi atas pencapaian prestasi selama menjadi orang nomor satu di Kemenpora. Dalam setahun terakhir, beberapa prestasi lahir mulai peningkatan perolehan medali di ajang Olimpiade Tokyo 2020 maupun di Paralimpiade Tokyo 2020, sukses penyelenggaraan PON Papua 2021, serta merebut kembali tropi Piala Thomas yang sudah ditunggu selama 19 tahun.

"Lah kasian ini, menteri ini (Menpora-Red) punya prestasi malah di maki-maki gara-gara ini (sanksi WADA)," kata Aria Bima.

Baca juga : Respon WADA, Menpora Bentuk Tim Investigasi Dan Pencabutan Sanksi

Sebelumnya Kemenpora membentuk Satgas untuk mempercepat pencabutan sanksi WADA terhadap LADI yang diketuai oleh Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari dan dibantu oleh Sekjen KOI, dua orang dari LADI dan induk cabang olahraga yang sering mengikuti kejuaraan internasional, serta satu orang dari pemerintah atau Kemenpora.

"Kami mengapresiasi Menpora Amali yang telah mengambil langkah cepat dengan membentuk Satgas dalam rangka mempercepat pencabutan sanksi WADA kepada Indonesia," kata Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori) Prof. Djoko Pekik Irianto.

Meski demikian, pihaknya berharap apa yang dilakukan oleh Menpora jangan sampai dianggap intervensi kepada WADA karena Badan Anti-Doping Dunia itu adalah badan yang terafiliasi kepada IOC, kemudian LADI terafiliasi dengan WADA sebagai lembaga independen. 

Baca juga : Soal sanksi Doping, Menpora: WADA Memahami Situasi Indonesia

"Saran saya, segera saja LADI berkomunikasi intensif dengan WADA jika perlu datang langsung ke kantor WADA di Canada untuk menanyakan langsung masalah apa yang terjadi meskipun kita sudah tahu, kemudian apa solusi yang harus dilakukan," katanya.

Dengan LADI yang proaktif dengan WADA tentu akan menjadi catatan tersendiri bagi WADA untuk bagaimana membantu menyelesaikan sanksi itu bagi Indonesia. "Niat pak Menteri bagus membentuk Satgas hanya saja kita khawatir tim itu nanti dianggap bentuk intervensi kepada WADA," imbuhnya.

"Poinnya biarkan saja LADI saja yang berkomunikasi langsung dengan WADA difasilitasi oleh Kemenpora. Sedangkan, NOC Indonesia itu tidak ada afiliasinya ke WADA. NOC Indonesia afiliasinya ke IOC. Jadi, Ketua NOC Indonesia berkomunikasi dengan Ketua IOC Thomas Bach menyampaikan masalah ini dan upaya apa yang diambil Indonesia, sehingga ada dua jalan, LADI ke WADA di Canada dan NOC Indonesia ke IOC," lanjutnya. [IPL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.