Dark/Light Mode

Menpora: Presiden Minta Kasus WADA Diinvestigasi Dan Diumumkan Kepada Publik

Minggu, 24 Oktober 2021 04:39 WIB
Menpora Zainudin Amali. (Foto : Kemenpora)
Menpora Zainudin Amali. (Foto : Kemenpora)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi turut mencermati perkembangan sanksi WADA kepada LADI yang berdampak terhadap olahraga nasional. Jokowi berharap Kemenpora mempercepat membantu LADI memenuhi apa yang diminta WADA dan menginvestigasi masalah ini terjadi.

Hal itu disampaikan Menpora Zainudin Amali saat Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) di Istana Negara, Jumat (22/10) siang.

Ratas digelar membahas sanksi dari World Anti Dopping Agency (WADA) terhadap Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI)yang berdampakbendera Merah Putih tidak dapat dikibarkan pada saat Juara Piala Thomas beberapa waktu lalu. Menpora juga melaporkan tim kerja yang dibentuknya menyelesaikan masalah ini.

“Saya melaporkan kepada Pak Presiden, tim tugasnya dua yakni untuk mempercepat pemenuhan LADI terhadap apa yang dimintakan oleh WADA dan kedua adalah menginvestigasi kenapa itu terjadi,” ujar Menpora Amali dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/10).

Berita Terkait : Menkominfo Minta Warga Tetap Disiplin Prokes Di Angkutan Umum

“Itu arahan langsung beliau, dalam waktu yang secepat-cepatnya (memenuhi permintaan WADA) dan pak Ketum LADI tadi menyampaikan sekarang sudah dalam progress, kita berusaha supaya bisa selesai dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” harap Menpora Amali.

Selain itu, Presiden Jokowi menyampaikan selama masa urusan dengan WADA belum selesai, maka dipersilahkan untuk dilakukan pendampingan dari pihak lain diantaranya lembaga anti doping Jepang (JADA) yang akan mensupervisi Indonesia masih dalam masa bench.

“Mudah-mudahan itu bisa dilakukan karena Jepang berkomitmen untuk membantu Indonesia supaya segera menyelesaikan masalah ini,” pungkasnya.

Selanjutnya, Presiden Jokowi meminta agar kasus doping ini dilakukan investigasi sehingga diketahui penyebab dan orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Berita Terkait : Capaian Masih Rendah, Presiden Minta Vaksinasi Di Kalsel Digenjot

“Semua hasil dari investigasi itu, arahan beliau diumumkan secara terbuka kepada publik. Tidak boleh ada yang ditutupi. Itu pak presiden menyampaikan, ini siapa yang misalnya kalau ada yang terlibat, ada yang tanggung jawab presiden disampaikan ini harus diumumkan,” tukasnya.

Dalam kesempatan ini, Menpora Amali mengaku telah menyampaikan bahwa dirinya sudah membentuk tim investigas tersebut yang terdiri dari 7 orang. 2 orang dari NOC Indonesia, 2 orang dari perwakilan LADI, 2 orang dari perwakilan dari cabang olahraga Bulu Tangkis sebagai cabor yang sedang bertanding dan 1 orang dari pemerintah.

“Saya sampaikan pada Presiden yang seperti itu dan beliau menyambut baik supaya langkah-langkah ini lebih diakselerasi. Dan kita, yang kita utamakan adalah bagaimana supaya LADI segera memenuhi apa yang diminta oleh WADA supaya komplais. Jadi itu konsentrasi kita kesitu secara paralel nanti juga akan diinvestigasi ini tidak bisa tidak terulang lagi,” tegasnya.

Menpora Amali menegaskan bahwa meski telah dibentuk tim tersebut, namun tetap leading sektornya adalah LADI. Tim dan pemerintah yang tergabung di dalamnya posisinya untuk membantu LADI. Sebab, WADA hanya menerima komunikasi langsung dengan Lembaga Anti Doping Indonesia.

Berita Terkait : Respon WADA, Menpora Bentuk Tim Investigasi Dan Pencabutan Sanksi

“Presiden memahami dan tentu beliau memantau langkah-langkah yang akan kita lakukan selanjutnya setiap hari kita berkomunikasi. Mudahan olahraga kita makin baik kedepan dan kita patuh terhadap seluruh aturan-aturan internasional,” harap Menpora Amali. [IPL]