Dark/Light Mode

Yuzu Isotonic Akmil Open 2021

Terjunkan 147 Pemain PB Djarum Incar Atlet Berprestasi

Rabu, 3 November 2021 22:10 WIB
 Ganda campuran PB Djarum Muhammad Firza Athallah Putra Sungkono/Kartika Mayasari, pada lanjutan pertandingan di YUZU Isotonic Akmil Open 2021, di GOR Djarum, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (3/11) malam. (Foto: Istimewa)
 Ganda campuran PB Djarum Muhammad Firza Athallah Putra Sungkono/Kartika Mayasari, pada lanjutan pertandingan di YUZU Isotonic Akmil Open 2021, di GOR Djarum, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (3/11) malam. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
"Misi utama keikutsertaan kami di sini untuk melihat sejauh mana hasil latihan mereka, terutama untuk yang U-13 dan U-15. Yang jelas, kami ingin lihat kemampuan mereka setelah sekian lama tidak bertanding," ujar Fung.

Oleh karenanya, target utama yang hendak dicapai oleh setiap atlet yang mengisi skuad PB Djarum adalah menampilkan performa terbaik mereka. 

"Itu saja, lalu kita evaluasi setiap atlet kekurangannya apa saja," katanya.

Pada segi lain, minimnya kejuaraan membuat setiap klub yang berlaga di Magelang, buta kekuatan lawan sehingga seolah kembali memulai dari nol. 

"Sulit bagi kita untuk mematok target, karena kita juga tidak bisa mengukur kekuatan dari klub lain," ujar Fung.

Baca juga : Ajang Bulutangkis Tanpa Penonton, Disaksikan Di YouTube PB Djarum

PB Djarum telah melirik sejumlah pemain yang berpotensi membawa pulang gelar juara. Dari 24 kategori yang tersaji pada kejuaraan ini, menurut Fung, kans besar ada pada nomor U19 dan U17.

 "Kemungkinan besar  ada pada tunggal maupun ganda di dua sektor tersebut,”  ujarnya.

Sementara, Muh Putra Erwiansyah/Patra Harapan Rindo Rindo, ganda putra peraih gelar juara Slovenia International 2021, mengakui minimnya pertandingan berdampak pada performa mereka di Magelang.

Kerasnya persaingan di YUZU Isotonic Akmil Open 2021 dirasakan oleh Putra/Patra yang kalah melalui drama tiga gim dari pasangan Jaya Raya Jakarta, Gerardo Rizqullah Hafidz/Muhammad Gibran Arfiansyah, 25-23, 19-21, 21-11, dalam tempo 55 menit.

"Faktor kurangnya pertandingan, ada juga. Tapi kalau bicara jarang turnamen atau kejuaraan, lawan kami juga jarang bermain di turnamen. Jadi, posisinya sama. Tapi mereka lebih siap," kata Putra, atlet kelahiran Makassar.

Baca juga : Menpora: PON Harus Jadi Ajang Pembuktian Atlet Muda Berprestasi

"Kami kalah karena banyak membuat kesalahan sendiri, Jadi ke depannya kami harus harus lebih fokus lagi, bermain maksimal," ujar Patra.

Meski kandas pada nomor Ganda Taruna Putra U19, Putra melaju di nomor Ganda Taruna Campuran U19.

Berpasangan dengan Puspa Rosalia Damayanti, mereka berhasil mengatasi perlawanan Muhammad Rakha Izaz/Kayla Aisah Hauzly dari PB Power Rajawali dua gim langsung 21-18, 21-15.

Kemenangan juga diraih Patra yang diduetkan dengan Jessica Maya pada nomor Ganda Taruna Campuran U19.

Mereka mengalahkan Alfredo Mesdilla/Rania Gelma dari klub Jaya Raya Jakarta melalui rubber game 21-11, 21-23, 21-11.

Baca juga : Kemenpora Gunakan Big Data Pantau Talenta Muda Berprestasi

Secara umum Fung menilai, faktor minimnya pertandingan memiliki andil besar hingga tak sedikit para pemainnya yang mengalami "demam panggung".

Namun, performa di lapangan saat bertanding menjadi tolok ukur dari hasil latihan panjang selama lebih dari satu setengah tahun terakhir. [WUR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.