Dark/Light Mode

Transisi Kendaraan Listrik Dorong Ekonomi Hijau

Minggu, 12 Oktober 2025 03:42 WIB
M QORI HALIANA / RM
(Dari kanan) Direktur Eksekutif Yayasan Visi Indonesia Raya Emisi Nol Bersih (ViriyaENB) Suzanty Sitorus, Direktur Strategi dan Tata Kelola Hilirisasi Kementerian Investasi/BKPM Ahmad Faisal Suralaga, Direktur Asia Tenggara Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Gonggomtua Sitanggang dan Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi INDEF Andry Satrio Nugroho menjadi pembicara dalam diskusi tematik pada Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025 bertajuk “Memaksimalkan Manfaat Ekonomi dan Sosial dari Transisi ke Kendaraan Listrik” di Jakarta, Sabtu (11/10/2025).
(Dari kanan) Direktur Eksekutif Yayasan Visi Indonesia Raya Emisi Nol Bersih (ViriyaENB) Suzanty Sitorus, Direktur Strategi dan Tata Kelola Hilirisasi Kementerian Investasi/BKPM Ahmad Faisal Suralaga, Direktur Asia Tenggara Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Gonggomtua Sitanggang dan Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi INDEF Andry Satrio Nugroho menjadi pembicara dalam diskusi tematik pada Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025 bertajuk “Memaksimalkan Manfaat Ekonomi dan Sosial dari Transisi ke Kendaraan Listrik” di Jakarta, Sabtu (11/10/2025).

Sesi ini menyoroti pentingnya percepatan transisi menuju kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi hijau nasional. Transisi ini tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga membuka peluang investasi baru, mendorong pengembangan industri berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan menghemat subsidi energi melalui efisiensi fiskal.

Berdasarkan analisis INDEF, hampir 20 persen pengeluaran nonmakanan rumah tangga di Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan kendaraan, mulai dari pembelian, perawatan, pajak, hingga bahan bakar. Karena itu, percepatan adopsi EV dinilai dapat memberikan manfaat ganda, menekan biaya mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi beban fiskal akibat subsidi energi konvensional.