Dark/Light Mode

Inovasi Badak LNG Untuk Ketahanan Energi

Jumat, 23 Desember 2022 05:16 WIB
Lima puluh tahun lalu, perusahaan Huffco Inc. menemukan cadangan gas alam raksasa di Muara Badak, di Kabupaten Kutai Kartanegara,Kalimantan Timur. Perusahaan tersebut bekerja di bawah Production Sharing Contracts (PSC) dengan Pertamina.Saat itu bisnis LNG belum begitu dikenal. Hanya ada empat kilang LNG di seluruh dunia dengan pengalaman operasi 3-4 tahun.  6 Desember, 2022 diluncurkanlah inovasi baru LPG Production Booster System di Kilang Badak LNG di Bontang oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Hal ini menjadi perwujudan komitmen Pertamina untuk memperkuat infrastruktur gas. Penerapan teknologi tersebut dapat meningkatkan produksi LPG untuk di Kilang LNG Badak wilayah Bontang hingga 323 persen. Dari yang awalnya defisit hingga diperlukan impor LPG sebanyak 270 M3/hari, hingga dapat menghasilkan 603 M3 per hari. Dengan penemuan inovasi ini memberikan harapan bahwa Indonesia bisa menghasilkan tambahan produksi LPG nasional, yang secara otomatis dapat mengurangi impor LPG. Hal ini akan memperkuat ketahanan energi nasional, inovasi tersebut sebenarnya telah beroperasi sejak Desember 2021, dan hingga Oktober 2022 telah melakukan tiga kali pengapalan. Seusai rencana pada Desember 2022 juga akan ada dua kali pengapalan lagi.  FOTO:  Muhammad Adimaja/Antara
Lima puluh tahun lalu, perusahaan Huffco Inc. menemukan cadangan gas alam raksasa di Muara Badak, di Kabupaten Kutai Kartanegara,Kalimantan Timur. Perusahaan tersebut bekerja di bawah Production Sharing Contracts (PSC) dengan Pertamina.Saat itu bisnis LNG belum begitu dikenal. Hanya ada empat kilang LNG di seluruh dunia dengan pengalaman operasi 3-4 tahun.  6 Desember, 2022 diluncurkanlah inovasi baru LPG Production Booster System di Kilang Badak LNG di Bontang oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Hal ini menjadi perwujudan komitmen Pertamina untuk memperkuat infrastruktur gas. Penerapan teknologi tersebut dapat meningkatkan produksi LPG untuk di Kilang LNG Badak wilayah Bontang hingga 323 persen. Dari yang awalnya defisit hingga diperlukan impor LPG sebanyak 270 M3/hari, hingga dapat menghasilkan 603 M3 per hari. Dengan penemuan inovasi ini memberikan harapan bahwa Indonesia bisa menghasilkan tambahan produksi LPG nasional, yang secara otomatis dapat mengurangi impor LPG. Hal ini akan memperkuat ketahanan energi nasional, inovasi tersebut sebenarnya telah beroperasi sejak Desember 2021, dan hingga Oktober 2022 telah melakukan tiga kali pengapalan. Seusai rencana pada Desember 2022 juga akan ada dua kali pengapalan lagi.  FOTO:  Muhammad Adimaja/Antara