Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
LFLO Paparkan Strategi Jaga Stabilitas Pasca Suspensi Saham
Selasa, 27 Mei 2025 10:42 WIB
Setelah suspensi sahamnya resmi dibuka kembali oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) menyampaikan sejumlah langkah strategis untuk menjaga kepercayaan publik serta memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan di tengah ketidakpastian global.
Dalam paparan publik insidentil yang digelar di showroom LFLO di Sequis Center, Jakarta, Senin, 26 Mei 2025, Direktur Utama PT Imago Mulia Persada Tbk, Erlangga Ksatria, menegaskan bahwa perusahaan tidak memiliki ruang untuk gagal. Ia menekankan bahwa status perusahaan sebagai emiten publik membawa konsekuensi besar terhadap tanggung jawab kepada investor dan masyarakat luas. “Kita sebagai pemilik perusahaan ini, untuk gagal itu bukan pilihan. Karena sekarang sudah menjadi publik, banyak yang kasih kepercayaan, kita tidak bisa gagal,” ucap Erlangga.
LFLO disebut telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi gangguan pada arus impor. Salah satu pendekatan yang dijalankan adalah balancing import, dengan memperkuat produk-produk lokal yang dinilai memiliki daya saing tinggi. Erlangga mencontohkan produk berbahan dasar jamur dari Klaten yang dipajang di showroom mereka. Secara tampilan, produk tersebut dinilai sekelas furnitur dari Spanyol. Menurutnya, inilah salah satu bukti bahwa local brand bisa menjadi solusi konkret dalam menyeimbangkan dominasi barang impor.
Ia juga menyoroti posisi Indonesia sebagai tujuan pariwisata dunia yang dinilai membuka peluang baru di sektor perhotelan. Jika sebelumnya LFLO lebih berfokus pada penyediaan furnitur untuk hunian mewah, kini perusahaan mulai memperkuat kehadirannya di sektor hospitality. Erlangga menyebut bahwa diversifikasi ini penting agar perusahaan tetap mampu bertahan ketika gejolak ekonomi global terjadi. “Kalau sekarang kita fokus ke residensial, sekarang kita juga double down, kaki kita di bidang hospitality,” katanya.
Terkait alasan digelarnya paparan publik insidentil, Erlangga menjelaskan bahwa hal ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi BEI tertanggal 16 Mei 2025 mengenai penghentian sementara perdagangan saham LFLO. Menurutnya, langkah BEI adalah bentuk proteksi terhadap pasar agar bisa ‘cool down’ di tengah dinamika yang terjadi. “Kami ingin responi ini sebagai proteksi kepada pasar untuk cool down,” ucapnya.
BEI sebelumnya menghentikan perdagangan saham LFLO pada Senin, 19 Mei 2025, dan kembali membuka suspensi keesokan harinya, pada 20 Mei 2025. Dengan demikian, saham LFLO kembali dapat diperdagangkan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I pada hari tersebut.
PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) merupakan perusahaan retailer furnitur yang menghadirkan berbagai merek ternama asal Italia, seperti B&B Italia, Maxalto, Knoll, Flou, dan lainnya. LFLO menawarkan beragam gaya desain dalam sejarah furnitur, mulai dari klasik hingga modern, serta memiliki rangkaian produk yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan pasar premium di Indonesia. Selain LFLO, anak usaha mereka, Pita, juga menyediakan furnitur lokal dan dari Tiongkok.
Dalam kesempatan itu, Erlangga menegaskan bahwa bisnis furnitur mewah yang dijalankan LFLO bukan semata mengejar keuntungan. Ia melihatnya sebagai bagian dari pembangunan bangsa melalui kontribusi di bidang desain dan gaya hidup. “Kami percaya bahwa bisnis ini bukan hanya ajang mencari uang, tapi juga bisa menjadi infrastruktur untuk membangun bangsa,” tutupnya.
Videografer & Editor:
Hendrawan K Wijaya
Tags :
Video Lainnya