Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menbud Genjot SDM Perfilman Indonesia, Siap Gebrak Panggung Dunia
Kamis, 20 Februari 2025 23:28 WIB
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon makin serius menggarap industri film nasional. Kali ini, ia menyiapkan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia perfilman. Langkah ini diambil demi memperkuat ekosistem film Tanah Air agar makin garang di kancah internasional.
"Kita punya manajemen talenta, ada direktoratnya, ada program dan kegiatannya. Kita bakal bikin upaya capacity building buat generasi baru di perfilman," ujar Fadli Zon saat menyambut kepulangan delegasi film Indonesia yang sukses berpartisipasi dalam International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2025, Kamis (20/2/2025).
Dalam program tersebut, para peserta bakal digembleng agar mahir dalam berbagai aspek perfilman, termasuk penulisan naskah. Fadli menegaskan, kementeriannya terus all-out mendukung industri film nasional agar sineas-sineas lokal bisa bersaing di ajang internasional. Ia mengapresiasi capaian para sineas Indonesia di IFFR 2025 yang telah memperkenalkan sinema nasional di panggung dunia.
"Atas nama Kementerian Kebudayaan, saya ucapkan selamat kepada sineas Indonesia yang telah kembali dari IFFR 2025. Keberhasilan mereka jadi kebanggaan bagi perfilman Indonesia dan bukti bahwa sinema kita makin diakui," kata Fadli.
Keikutsertaan sineas Indonesia di IFFR tahun ini didukung oleh Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK), Kementerian Kebudayaan RI. Beberapa film yang mendapat rekognisi di festival ini antara lain Four Seasons in Java (Kamila Andini) yang memenangkan VIPO Award, Midnight in Bali (Razka Robby Ertanto), Gowok Kamasutra Jawa (Hanung Bramantyo), This City is a Battlefield / Perang Kota (Mouly Surya), Whispers in the Dabbas (Garin Nugroho), dan Sehidup Semati (Upi). Selain itu, film Bachtiar yang diproduksi Forum Lenteng dan Milisifilm Collective juga masuk dalam program Cinema Regained.
Fadli Zon menegaskan, kementeriannya bakal terus mengoptimalkan berbagai program untuk mendukung delegasi Indonesia di panggung dunia. Tak hanya Rotterdam, sineas Indonesia juga akan unjuk gigi di Berlin International Film Festival (13-23 Februari 2025) dan Hong Kong Film Mart (11-14 Maret 2025). Di Berlin, film-film pendek seperti Little Rebels Cinema Club (Khozy Rizal), Sammi, Who Can’t Defend His Body (Rein Maychelsen), dan dokumenter Me, My Mom’s Favorite Daughter (Ivoni Kani) siap bersaing. Sementara itu, di Hong Kong Film Mart, Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan Telkom Metra Media Hub untuk membuka Indonesian Pavilion, tempat 12 perusahaan film Indonesia bakal memasarkan kontennya ke industri film internasional.
Aktor sekaligus produser Reza Rahadian, yang turut dalam delegasi Indonesia di IFFR 2025, menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan pemerintah. Menurutnya, partisipasi sineas Indonesia di festival dunia bukan sekadar ajang pamer, tapi juga peluang untuk membangun jejaring dan membuka pintu bagi kolaborasi serta distribusi film ke pasar global. "Melalui festival film, kita bisa memperkenalkan Indonesia ke dunia, bukan cuma dari cerita yang diangkat, tapi juga perspektif dan keberagaman yang ditampilkan dalam setiap karya," ujar Reza.
Dengan semakin aktifnya sineas Indonesia di ajang internasional, Indonesia kian memperkuat posisinya di industri film global. Fadli Zon pun memastikan, pemerintah akan terus memberikan dukungan maksimal agar sinema nasional tak hanya jadi penonton, tapi juga pemain utama di panggung dunia.
Videografer & Editor:
Hendrawan K Wijaya
Tags :
Video Lainnya